Peristiwa

Kakak Beradik Bobol Sekolah di Sukatani, Pelaku Curi Uang Rp 21 Juta dan Tabung Gas

Konferensi Pers Ungkap Kasus Pencurian di Polsek Sukatani

Aksi pencurian dilakukan oleh kakak beradik berinisial TH (20) dan koMRF (18) di Sukatani Kabupaten Bekasi. Mereka nekat membobol sekolah dan menggasak uang tunai hingga Rp. 21 juta.

Kakak beradik ini beraksi di Yayasan Darul Rahmah, Kampung Kampung Kobak Baya, Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani pada Sabtu 19 Juli 2025 dinihari. Pihak sekolah yang merasa dirugikan akhirnya melaporkan kejadian ini ke polisi.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Ada pun tersangka berjumlah tiga orang Yang pertama inisial MRF (18), TH (20), ABH (15), peran mereka ada yang memanjat tembok dan ada juga yang menggambar denah sekolah,” kata Kapolsek Sukatani, AKP Nano Indratno dikutip Bekasiguide.com, Rabu 17 September 2025.

Kapolsek menyatakan, ulah yabg diperbuat kakak beradik ini tak lepas dari motif ekonomi. Keduanya memanfaatkan uang hasil curian tersebut untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

“Uang sebagian besar habis digunakan oleh tersangka untuk foya-foya sendiri,” jelas Kapolsek.

Mereka beraksi dengan cara memanjat tembok, lalu masuk melalui plafon. Setelah berhasil masuk, komplotan pencuri ini memasuki ruangan koperasi dan mengambil uang, makanan, dan tabung gas.

“Tersangka masuk dengan modus memanjat tembok, selanjutnya tersangka masuk ke plafon yang mengarah ke ruang koperasi di TKP. Kemudian dari ruang koperasi tersebut ada yang bolong plafonnya, mereka turun di situ dan mengambil barang yang ada di lokasi,” jelasnya.

Adapun barang bukti yang diamankan petugas antara lain satu buah tabung gas 3kg, kaos dan celana milik pelaku, dan uang tunai.

Ketiga tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun.

 

 

 

Peristiwa

“Kami dapat laporan dari warga bahwasannya terjadi peristiwa pembunuhan suami istri. Untuk korban laki-laki meninggal dunia, sedangkan korban perempuan masih kritis di rumah sakit. Kita doakan yang terbaik untuk keluarga korban,” ujar Andi dikutip Bekasiguide.com, Senin 2 Maret 2026.

Peristiwa

“Intinya kejadian tersebut memang benar adanya. Kami mohon maaf kepada seluruh konsumen karena memang terjadi campuran air pada bahan bakar. Dari pihak SPBU kami sudah bertanggung jawab dan seluruh kendaraan terdampak sudah kami tangani,” ujar Ragil dikutip Bekasiguide.com, Minggu 1 Maret 2026.

Exit mobile version