Peristiwa

Diduga Mesum, Pengemudi Brio Diamuk Massa di Galaxy

Seorang pengemudi mobil Honda Brio menjadi sasaran amukan massa setelah diduga terlibat insiden tabrak lari di kawasan Grand Galaxy Park, Jalan Jakasetia, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Minggu 31 Mei 2026 malam.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Rojali, mengatakan peristiwa bermula saat mobil Honda Brio bernomor polisi B 2014 TIC yang dikemudikan oleh MI terparkir di area Ruko Sentra Bisnis 3.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Berdasarkan keterangan saksi, pengemudi mobil bersama seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya diduga sedang bercumbu di dalam kendaraan ketika petugas keamanan melakukan pemeriksaan.

“Saat dilakukan pengecekan oleh petugas keamanan, pengemudi diduga kaget dan langsung melarikan diri menggunakan kendaraannya,” kata Rojali dikutip Bekasiguide.com, Selasa 2 Juni 2026.

Dalam upaya melarikan diri, mobil tersebut sempat menabrak tiang kaca sebelum keluar dari area ruko dan melaju ke arah kawasan Lagon Grand Galaxy Park.

Di perjalanan, kendaraan itu diduga menyenggol seorang pengendara sepeda motor yang hingga kini belum diketahui identitasnya. Pengendara motor yang tersenggol bersama sejumlah pengguna jalan lainnya kemudian mengejar mobil tersebut. Pengejaran berakhir di sekitar kawasan Lagon, tempat mobil berhasil dihentikan warga.

Pengemudi Honda Brio kemudian menjadi sasaran amukan massa yang mengakibatkan dirinya mengalami sejumlah luka. Meski terjadi insiden senggolan dengan sepeda motor, polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian yang ditimbulkan hanya berupa kerusakan material.

“Korban pengemudi mobil kemudian diselamatkan oleh warga dan dibawa ke RS Hermina Galaxy untuk mendapatkan perawatan medis,” ujarnya.

Saat ini kendaraan Honda Brio telah diamankan di Polsek Bekasi Selatan. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan identitas pihak yang terlibat untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Penulis: Salma Editor: Bams
Peristiwa

“Motif saudari SJ menyuruh melakukan pembunuhan karena menurut pengakuannya selama ini mengalami tekanan batin, menyimpan rasa dendam dan sakit hati terhadap korban. Selain itu, korban dianggap sering melakukan kekerasan dan tersangka juga ingin menguasai harta milik korban,” kata Sumarni dikutip Bekasiguide.com, Selasa 2 Mei 2026.

Exit mobile version