Aksi perampokan terjadi di sebuah SPBU di wilayah Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi pada Selasa 10 Maret 2026. Dalam kejadian tersebut, lima karyawan SPBU sempat disekap oleh pelaku yang diduga berjumlah empat orang.
Kapolsek Babelan, Kompol Wito, mengatakan pihak kepolisian telah menerima laporan terkait peristiwa tersebut dan langsung melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) serta penyelidikan.
“Setelah menerima laporan, kami langsung cek TKP dan saat ini masih melakukan penyelidikan serta penyidikan untuk mengungkap pelakunya,” kata Wito.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Saat itu, lima karyawan SPBU sedang beristirahat di mess yang berada di area lokasi.
Menurut Wito, para korban tidak disekap dalam waktu lama karena salah satu korban berhasil melepaskan ikatan dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
“Mereka memang sedang tidur di mess. Ada yang diikat, tapi tidak lama karena korban bisa melepaskan sendiri ikatannya dan kemudian melapor,” ujarnya.
Dalam kejadian itu, salah satu korban sempat mengalami kekerasan setelah terkejut didatangi pelaku saat sedang tidur.
“Korban yang paling tua sempat dipukul supaya tidak bergerak,” jelas Wito.
Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku diduga membawa sejumlah alat seperti pistol mainan, pedang, serta linggis yang digunakan untuk mencongkel brankas.
“Menurut keterangan saksi yang sempat melihat, pelaku diperkirakan sekitar empat orang,” katanya.
Para pelaku juga diduga merusak perangkat perekam kamera pengawas (CCTV) sebelum melancarkan aksinya.
Kerugian dalam peristiwa tersebut berupa uang tunai yang tersimpan di dalam brankas SPBU yang merupakan hasil penjualan. Namun jumlah pasti uang yang dibawa kabur masih dalam proses pendataan.
“Uang yang diambil dari brankas, itu hasil penjualan. Jumlah pastinya masih kami audit,” ungkap Wito.
Meski demikian, tidak ada korban yang harus menjalani perawatan di rumah sakit. Para korban hanya mengalami luka ringan akibat ikatan saat disekap.
Saat ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku perampokan tersebut.
