Peristiwa

Kondom Bekas Pakai Ditemukan Berserakan, Pedagang Pasar Babelan Ngaku Resah

Pedagang yang berada di Pasar Babelan, Kabupaten Bekasi mengaku resah. Pasalnya, area lantai dua pasar diduga kerap dijadikan sebagai tempat berbuat mesum. Salah satu pemicu munculnya dugaan itu adalah ditemukannya sampah kondom bekas pakai beserta bungkusnya banyak berserakan.

Di samping itu, kondisi lantai dua yang biasa digunakan sebagai area parkir kendaraan terlihat sepi dan terbengkalai. Hal itu memungkinkan orang berbuat mesum dengan aman.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Salah satu pedagang yang bernama Nurdin (60), mengatakan, ia merasa resah atas keberadaan orang-orang yang kerap menjadikan area pasar sebagai tempat untuk berbuat asusila.

“Kalo saya melihatnya situasi pasar babelan aman-aman aja, adapun masalah di atas itu kan soal individu jadi ga ada yang tau. Ya namanya pasar, semuanya kadang-kadang ada aja yang ga bener,” kata Nurdin dikutip Bekasiguide.com, Rabu 12 November 2025.

Ia menyatakan, tindak asusila yang dilakukan orang bertanggung jawab berada di area yang terjangkau pedagang.

“Seandainya di atas malem juga orang yang diem-diem atau sepi-sepi berbuat di belakang keamanan kan kita juga gatau. Keadaan di atas itu di luar jangkauan. Kalo pun seandainya ada yang kayak gitu, bukan di lingkungan pedagang,” jelasnya.

Meskipun begitu, Nurdin berharap, pihak pengelola pasar dapat meningkatkan keamanan lingkungannya dari orang yang suka berbuat asusila di pasar

“Untuk ke depan saya memang ini sudah melihat keadaannnya sudah cukup baik, keadaan bersih, keamanan sudah mulai teratur. Ya kedepannya semoga orang-orang kayak gitu ga ada lagi dah. Tlong dah diantisipasi,” tutupnya.

Peristiwa

“Kami dapat laporan dari warga bahwasannya terjadi peristiwa pembunuhan suami istri. Untuk korban laki-laki meninggal dunia, sedangkan korban perempuan masih kritis di rumah sakit. Kita doakan yang terbaik untuk keluarga korban,” ujar Andi dikutip Bekasiguide.com, Senin 2 Maret 2026.

Peristiwa

“Intinya kejadian tersebut memang benar adanya. Kami mohon maaf kepada seluruh konsumen karena memang terjadi campuran air pada bahan bakar. Dari pihak SPBU kami sudah bertanggung jawab dan seluruh kendaraan terdampak sudah kami tangani,” ujar Ragil dikutip Bekasiguide.com, Minggu 1 Maret 2026.

Exit mobile version