Peristiwa

Polisi Ringkus Dua Pelaku Begal Bercelurit Yang Beraksi di Bogor dan Bekasi

Satreskrim Polres Metro Bekasi meringkus dua pelaku begal bercelurit yang beraksi di wilayah Bogor dan Bekasi. Komplotan ini diketahui telah beraksi di 10 Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Aghta Bhuwana Putra mengatakan ketiga pelaku yang ditangkap yakni berinisial EP (22) dan RFH (21). Sementara, pelaku lain yang berinisial N berstatus buron atau masih dalam pengejaran polisi.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Jadi kedua pelaku ini merupakan pemetik yang melakukan pengancaman menggunakan senjata tajam, pelaku sebenarnya ada tiga orang, yang satu dia melarikan diri,” kata Aghta dikutip Bekasiguide.com, Selasa 16 September 2025.

Kejadian bermula, saat korban hendak pulang ke rumahnya dengan mengendarai sepeda motor di Jalan Gondang, Desa Lambang Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi pada Rabu 10 September 2025. Di tengah jalan, komplotan pelaku ini tiba-tiba menjegat korban dan menodongkan celurit.

“Para pelaku melihat sepeda motor korban melintas pelan di TKP, mereka langsung memberhentikan korban dengan cara mengacungkan celurit ke arah korban. Kemudian, untuk sodara RFH langsung mencabut kunci sepeda motor korban, dan pada saat itu juga korban melarikan diri meninggalkan sepeda motor miliknya,” jelasnya.

Setelah berhasil membawa kabur motor korban, pelaku langsung pergibke daerah Karawang untuk menjual motor hasil curiannya tersebut. Motor korban dijual oleh pelaku seharga Rp. 2 juta.

“Pelaku RF membawa sepeda motor korban langsung meninggalkan TKP kemudian menuju ke daerah Karawang untuk melakukan penjualan sepeda motor tersebut,” ungkapnya.

Para pelaku dijerat Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan dengan Ancaman Kekerasan dengan ancaman pidana paling lama 9 tahun penjara.

 

 

Peristiwa

“Keresahan utama kami, masa di ruko tempat tinggal dan tempat usaha sendiri harus bayar parkir per jam? Kalau diterapkan, UMKM di sini bisa mati karena pembeli dan logistik pasti malas datang. Masalah ini tidak kunjung ada solusi karena dalam aksi pertama dan kedua hari ini, pihak manajemen selalu mangkir dan menolak menemui kami,” ujar Daniel di lokasi aksi dikutip bekasiguide.com, Kamis 21 Mei 2026.

Exit mobile version