Peristiwa

Harga Kedelai Meroket, Omzet Produsen Tahu di Bekasi Turun hingga 30 Persen

Dian Purnama (30), produsen tahu di Kota Bekasi saat melakukan proses produksi di tempat usahanya.

Kenaikan harga bahan baku kedelai mulai dirasakan pelaku usaha tahu di Kota Bekasi. Kondisi ini menekan keuntungan produsen, hingga mengalami penurunan omzet penjualan.

Dian Purnama (30), produsen tahu yang telah menjalankan usahanya selama kurang lebih 25 tahun, mengaku harga kedelai yang menjadi bahan baku utama terus mengalami kenaikan. Menurutnya, kenaikan harga dipengaruhi oleh kenaikan harga dollar yang membuat harga kedelai impor ikut melonjak.Dian Purnama (30), produsen tahu di Kabupaten Bekasi saat melakukan proses produksi di tempat usahanya.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Harga sebelumnya sekitar Rp10 ribu per kilogram, sekarang hampir Rp11 ribu per kilogram,” ujar Dian dikutip Bekasiguide.com, Rabu 20Mei 2026.

Meski harga bahan baku meningkat, Dian mengaku memilih tidak menaikkan harga jual tahu kepada konsumen. Ia khawatir langkah tersebut justru akan membuat produknya sulit bersaing di pasaran dan menurunkan jumlah pembeli.

Untuk menjaga usaha tetap berjalan, ia memilih mengurangi keuntungan dibanding menaikkan harga jual. Tahu produksi miliknya saat ini dijual dengan harga Rp500 hingga Rp600 per potong.

“Karena kalau harga dinaikkan takutnya tidak sesuai harga pasaran. Kalau sudah tidak masuk harga pasar, nanti malah bisa menurunkan penjualan. Jadi lebih baik mengurangi keuntungan, yang penting masih ada sedikit pemasukan,” jelasnya

Dampak kenaikan harga bahan baku juga mulai terasa pada pendapatan harian. Dian menyebut omzet usahanya mengalami penurunan sekitar 30 persen akibat daya beli masyarakat yang menurun.

“Tadinya juga omzet saya sekitar Sekitar Rp1 juta per hari, tapi sekarang menurun 30 persen. Pedagang juga bilang pembeli mulai sepi karena apa-apa serba mahal,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, Dian berharap harga bahan baku impor bisa lebih stabil agar pelaku usaha kecil tetap mampu bertahan dan menjaga produksi tetap berjalan.

“Kalau bisa nilai dolar diturunkan supaya produk impor termasuk bahan baku seperti kedelai juga bisa ikut turun,” tutupnya.

Peristiwa

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas mengamankan dua orang pria beserta barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika jenis sabu,” kata Aliyani dikutip Bekasiguide.com, Jumat 23 Oktober 2026. 

Peristiwa

“Kami telah meminta keterangan para pihak dan menelusuri informasi yang diperoleh. Setiap fakta kami periksa secara objektif, termasuk pengakuan yang bersangkutan mengenai bagaimana kucing itu terlepas, sehingga penanganannya didasarkan pada keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Verdika dikutip Bekasiguide.com, Sabtu 17 Oktober 2026.

Peristiwa

“Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membagi personel menjadi tiga SRU. SRU pertama menggunakan perahu karet dan SRU kedua menggunakan perahu rafting, masing-masing melakukan penyisiran sejauh 200 meter dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU ketiga melakukan pencarian secara visual melalui jalur darat dengan area penyisiran hingga satu kilometer dari titik lokasi kejadian,” ujar Bobby dikutip Bekasiguide.com, Jumat 16 Oktober 2026.

Peristiwa

“Dalam kejadian tersebut, AZ diduga menodongkan pistol jenis airgun kepada korban sambil berkata, “Serahin handphonenya.”pelaku kemudian melepaskan satu kali tembakan ke arah atas sebelum meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Korban sempat mengejar para pelaku sambil berteriak meminta pertolongan,” jelas Kapolres dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.

Peristiwa

“PUSPAGA Kota Bekasi memiliki komitmen yang kuat dalam perlindungan korban dan saksi. Kami sebenarnya sudah menyiapkan skema pencegahan dini, baik terkait kebutuhan psikologis maupun perlindungan hukum,” kata Resa dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.

Exit mobile version