Peristiwa

Terungkap, Pelaku Penipuan Jual Beli Vespa di Bekasi Gunakan Uang Korban Untuk Trading

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengungkap motif AWP yang melakukan penipuan dengan modus jual beli vespa di Jalan Cipendawa Baru no. 156, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi pada Jumat 8 Agustus 2025.

Kusumo mengungkapkan, bahwa pelaku AWP menggunakan uang penjualan vespa yang diberikan oleh korban untuk keperluan trading.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Untuk pelaku memakai sebagian uang korban untuk melakukan kegiatan trading investasi yang tidak berwujud sejumlah 350 juta,” kata Kapolres dikutip Bekasiguide.com, Jumat 8 Agustus 2025.

Selain itu, Kapolres mengungkapkan, AWP juga memakai uang korban untuk keperluan pribadi dan membayar hutang sebesar Rp. 700 juta.

“Dipergunakan untuk keperluan pribadi, diantaranya untuk membayar hutang 700 juta kemudian ada investasi yang tidak berwujud sejumlah 350 juta,” jelasnya.

Modus yang dilakukan AWP untuk mengelabui korbannya adalah dengan cara menjual vespa klasik dengan harga yang sangat murah sehingga korban pun tertarik.

“Modusnya pelaku menjual Vespa yang sudah modifikasi ataupun Vespa yang jadul dengan harga yang miring dengan harga di bawah harga pasaran Vespa klasik,” ungkapnya.

Kini, tersangka AWP telah ditahan di Rutan Polres Metro Bekasi Kota, dan dikenakan Pasal 378 atau 372 KUHP dengan ancaman paling lama 4 tahun penjara.

 

 

 

 

 

Peristiwa

“Kami masih melakukan pendalaman terhadap para pelaku beserta barang bukti yang diamankan. Tidak menutup kemungkinan adanya jaringan lain maupun tindak pidana lain yang berkaitan dengan kasus ini,” ujar Sumarni dikutip Bekasiguide.com, Jumat 22 Mei 2026.

Peristiwa

“Keresahan utama kami, masa di ruko tempat tinggal dan tempat usaha sendiri harus bayar parkir per jam? Kalau diterapkan, UMKM di sini bisa mati karena pembeli dan logistik pasti malas datang. Masalah ini tidak kunjung ada solusi karena dalam aksi pertama dan kedua hari ini, pihak manajemen selalu mangkir dan menolak menemui kami,” ujar Daniel di lokasi aksi dikutip bekasiguide.com, Kamis 21 Mei 2026.

Exit mobile version