Metropolitan

Wali Kota Bekasi Imbau Pegawai Dampingi Anak di Hari Pertama Sekolah: Tangan Orang Tua Bentuk Masa Depan Bangsa

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto bertatap muka langsung dengan murid SD yang ada di Kota Bekasi. (Photo: Istimewa)

Menyambut dimulainya Tahun Ajaran Baru 2025/2026, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, mengeluarkan Surat Edaran bernomor: 400.2.5.1/3086-DPPPA.PHA. Isinya, mengimbau seluruh pegawai Pemkot Bekasi untuk turut mendampingi anak-anak mereka di hari pertama masuk sekolah pada Senin, 14 Juli 2025.

Imbauan ini sejalan dengan amanat UU Nomor 23 Tahun 2022 dan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang pentingnya peran keluarga dan negara dalam perlindungan serta pendidikan anak.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Keterlibatan orang tua di hari pertama sekolah bukan hanya simbolik, tapi wujud nyata komitmen kita terhadap pendidikan dan perlindungan anak-anak,” ujar Tri dalam keterangannya dikutip bekasiguide.com, Minggu, 13 Juli 2025.

Tri juga menegaskan bahwa pegawai yang mendampingi anak tetap diwajibkan kembali bertugas usai kegiatan di sekolah selesai.

Dalam Surat Edaran tersebut, Wali Kota Bekasi menyampaikan lima poin utama yang menjadi sorotan penting:

1. MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) harus dilaksanakan tertib, aman, dan menyenangkan.

2. Kehadiran orang tua di hari pertama sekolah adalah bagian dari upaya menciptakan Sekolah Ramah Anak (SRA).

3. Mendorong terciptanya lingkungan belajar yang positif dan mendukung tumbuh kembang anak.

4. Kehadiran fisik orang tua sebagai bentuk dukungan moral dan emosional terhadap anak.

5. Menjamin rute sekolah aman dan ramah anak sejak hari pertama.

Langkah ini diharapkan dapat menciptakan suasana sekolah yang inklusif dan memperkuat peran keluarga dalam dunia pendidikan.

Sebagai penutup, Wali Kota menyampaikan pesan menyentuh yang menggarisbawahi makna kehadiran orang tua:

“Tangan orang tua yang menggandeng anaknya pertama kali masuk sekolah adalah tangan yang ikut membentuk masa depan bangsa,” tandasnya. (Adv)

Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.

Exit mobile version