Metropolitan

Disdik Kota Bekasi Buka Suara soal Wacana Masuk Sekolah Lebih Pagi

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Alexander Zulkarnaen. (Photo: dok)

Kebijakan masuk sekolah pukul 06.30 WIB belum akan diterapkan di Kota Bekasi pada tahun ajaran baru 2025/2026. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi menyatakan bahwa keputusan tersebut masih menjadi kewenangan masing-masing sekolah.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Alexander Zulkarnaen, mengatakan pihaknya belum menetapkan aturan baku terkait jam masuk pagi hari, meskipun instruksi dari Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, telah diterima.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Sebetulnya masuk jam 6.30 WIB itu masih jadi pilihan sekolah, itu kebutuhan masing-masing sekolah,” ujarnya dikutip pada Jumat, 11 Juli 2025.

Alexander menilai, kebijakan jam masuk lebih pagi harus mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat Kota Bekasi yang mayoritas merupakan keluarga pekerja.

“Bagaimana kesiapannya di rumah? Sebagian warga Bekasi kan bapak dan ibunya pekerja, jadi ada ritme yang dipersiapkan,” ungkapnya.

Menurutnya, penerapan masuk sekolah lebih pagi tidak bisa dilakukan secara tergesa. Kajian menyeluruh dan sosialisasi lintas pihak sangat dibutuhkan agar kebijakan tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

“Dan surat edarannya sudah saya siapkan, tinggal kami putuskan apakah dilaksanakan atau diatur secara bertahap, karena semuanya kan menyangkut kesiapan juga,” pungkasnya.

Dengan waktu pelaksanaan tahun ajaran baru yang semakin dekat, keputusan akhir masih terus dikaji oleh Disdik bersama Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. (Adv)

Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.

Exit mobile version