Metropolitan

Viral Anak Pemulung di Bantargebang Tak Diterima di SMP Negeri, Pemkot Beri Klarifikasi

Viral di media sosial video yang menampikan anak seorang pemulung di Bantargebang yang curhat usai tak diterima di SMP Negeri. Anak itu mengungkapkan kekecewaannya karena ia ingin sekali bisa bersekolah di Sekolah Negeri untuk bisa meringankan beban kedua orangtuanya.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto memberikan klarifikasi terkait viralnya video tersebut. Tri menjelaskan, bahwa sebenarnya anak perempuan itu merupakan warga Setu Kabupaten Bekasi. Jika dia mendaftar di SMP Negeri yang ada di Kota Bekasi tentu akan tertolak.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Dia warga Kabupaten, anak tersebut di dalam videonya jelas bahwa dia masuk melalui jalur prestasi. Pada saat dia masuk lewat jalur prestasi tentu dia otomatis akan ditolak oleh sistem. Karena apa? Karena yang bersangkutan bukan tinggal di kota bekasi,” kata Tri dikutip Bekasiguide.com, Selasa, 08 Juli 2025.

Tri mengungkapkan , pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang untuk mengupayakan agar anak tersebut bisa mendaftar lewat jalur zonasi di SMPN 2 Setu Kabupaten sesuai dengan domisilinya.

“Saya koordiansi pagi itu dengan pak bupati, pak bupati juga bergerak cepat dan ternyata dia bisa masuk jalur zonasi melalui smp 2 setu, jadi artinya bahwa yang bersangkutan sudah sesuai dengan jalurnya,” jelasnya. (Adv)

Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.

Exit mobile version