Peristiwa

Polsek Bekasi Selatan Intensifkan Patroli Malam Cegah Kejahatan Jalanan

Polsek Bekasi Selatan mengintensifkan patroli malam di sejumlah titik potensi rawan kejahatan jalanan.

Guna meningkatkan rasa aman dan menjaga situasi kamtibmas di wilayahnya, Polsek Bekasi Selatan mengintensifkan patroli malam di sejumlah titik potensi rawan kejahatan jalanan. Kegiatan dipimpin oleh IPDA Sugiyanto selaku perwira pengendali.

Patroli menyasar berbagai lokasi strategis, mulai dari objek vital, pusat ekonomi, perbankan, hingga pemukiman warga. Fokus utama kegiatan mengantisipasi terjadinya tindak kriminalitas yang termasuk dalam kategori 3C. Pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Tak hanya itu, personel juga memperluas jangkauan patroli ke ruas jalan raya, jalur sepi, serta titik-titik rawan lainnya guna menekan potensi kejahatan jalanan yang kerap meresahkan masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat sebagai bentuk pelayanan dan perlindungan. Patroli ini merupakan langkah preventif untuk mencegah berbagai bentuk kejahatan, khususnya kejahatan jalanan,” ujar IPDA Sugiyanto pada Kamis, 08 Mei 2025 dini hari.

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dengan meningkatkan kewaspadaan serta menjalin komunikasi yang baik antar warga.

“Apabila menemukan hal mencurigakan atau terjadi gangguan kamtibmas, segera hubungi Call Center Polri di nomor 110. Layanan ini tersedia 24 jam dan siap membantu masyarakat,” tambahnya.

“Dengan kegiatan patroli yang lebih intensif dan sinergi bersama masyarakat, diharapkan wilayah Bekasi Selatan tetap aman dan kondusif,” tandasnya.

Peristiwa

“Kami masih melakukan pendalaman terhadap para pelaku beserta barang bukti yang diamankan. Tidak menutup kemungkinan adanya jaringan lain maupun tindak pidana lain yang berkaitan dengan kasus ini,” ujar Sumarni dikutip Bekasiguide.com, Jumat 22 Mei 2026.

Peristiwa

“Keresahan utama kami, masa di ruko tempat tinggal dan tempat usaha sendiri harus bayar parkir per jam? Kalau diterapkan, UMKM di sini bisa mati karena pembeli dan logistik pasti malas datang. Masalah ini tidak kunjung ada solusi karena dalam aksi pertama dan kedua hari ini, pihak manajemen selalu mangkir dan menolak menemui kami,” ujar Daniel di lokasi aksi dikutip bekasiguide.com, Kamis 21 Mei 2026.

Exit mobile version