Peristiwa

Korban Ngaku Alami Pelecehan Verbal Selama Lima Bulan, Minta NS Diproses

Image : (Ilustrasi / Istimewa)

Salah seorang perempuan berinisial S mengaku mengalami dugaan pelecehan seksual secara verbal yang diduga dilakukan pejabat eselon II Pemerintah Kota Bekasi berinisial NS selama sekitar lima bulan, sejak Oktober 2025 hingga Februari 2026.

Selama kurun waktu tersebut, S mengaku berulang kali menerima chat, telepon, hingga video call dari NS. Ia juga mengklaim pernah diajak bertemu di luar urusan pekerjaan dan mendapat ancaman ketika tidak merespons komunikasi tersebut.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Sejak Oktober 2025 sampai Februari 2026 saya terus dihubungi. Chat, telepon, video call sering sekali. Saat saya tidak mengangkat telepon, saya bahkan diancam akan dipindahkan sampai dipecat,” ungkap S kepada wartawan termasuk bekasiguide.com, Kamis 25 Juni 2026.

Korban lainnya yang juga berinisial S mengaku mengalami dugaan pelecehan verbal serupa. Menurutnya, NS beberapa kali menghubunginya pada malam hari dan mengajaknya menemani rapat di sebuah hotel di luar daerah.

“Saya sering di-video call dan ditelepon. Bahasanya tidak menghargai perempuan. Sebagai seorang pejabat, menurut saya itu sudah tidak pantas,” ujarnya.

Empat perempuan yang terdiri dari dua ASN, satu anggota Mitra, dan satu mantan ASN di OPD yang dipimpin NS berharap laporan yang mereka sampaikan diproses secara serius sesuai aturan dan kode etik yang berlaku.

“Kami hanya ingin ada keadilan. Kalau memang terbukti, kami berharap ada tindakan tegas sesuai aturan. Jangan sampai kasus seperti ini berhenti begitu saja,” tandasnya.

Penulis: TonEditor: Bams
Peristiwa

“Wilayah Cikarang Utara menjadi lokasi yang paling banyak kami temukan terkait peredaran obat keras daftar G ilegal selama periode pengungkapan ini. Karena itu, kawasan tersebut menjadi perhatian khusus kami untuk meningkatkan pengawasan, penyelidikan, dan penindakan guna menekan peredaran obat-obatan ilegal yang berpotensi merusak masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Hannry dikutip Bekasiguide.com, Kamis 25 Juni 2026.

Peristiwa

“Sebenarnya kita berangkat dari ekonomi nasional yang sedang tidak baik-baik saja. Pertama, harga BBM melambung tinggi, kemudian bahan pokok otomatis ikut melambung tinggi, sehingga barang-barang lainnya juga ikut naik. Artinya ekonomi nasional sedang tidak baik-baik saja,” kata Sepriandi dikutip Bekasiguide.com, Selasa 23 Juni 2026. 

Peristiwa

“Dari hasil pengembangan beberapa kejadian, pertama kami mengamankan tersangka berinisial IR di sebuah apartemen di wilayah Bekasi. Dari tangan tersangka, kami menyita narkotika jenis sabu seberat 5,25 gram. Kemudian dari hasil pengembangan terhadap tersangka IR, kami kembali mengamankan tersangka berinisial VST di wilayah Bogor Selatan. Dari tersangka VST, kami menyita barang bukti sabu dengan berat sekitar 2,65 kilogram,” ujar Kapolres dikutip Bekasiguide.com, Selasa 23 Juni 2026.

Peristiwa

“Tentunya kami sangat prihatin dan turut berdukacita kepada keluarga korban. Ada dua orang yang meninggal dunia. Namun alhamdulillah, sore ini kami sudah mengamankan empat orang yang diduga sebagai pelaku. Untuk motifnya masih kami pelajari,” kata Kusumo kepada wartawan, Sabtu 20 Juni 2026. 

Exit mobile version