Peristiwa

Masyarakat Demo Desak Pemkot Bekasi Tingkatkan Anggaran Bansos 

Sejumlah massa yang terdiri dari mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Lampu Merah Tol Bekasi Timur Kota Bekasi, Selasa 23 Juni 2026.

Dalam aksi tersebut, mereka menyoroti kondisi ekonomi nasional yang dinilai semakin membebani masyarakat akibat kenaikan harga BBM dan kebutuhan pokok.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Koordinator aksi, Sepriandi, mengatakan dampak kenaikan harga BBM telah memicu kenaikan harga berbagai kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat semakin kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sebenarnya kita berangkat dari ekonomi nasional yang sedang tidak baik-baik saja. Pertama, harga BBM melambung tinggi, kemudian bahan pokok otomatis ikut melambung tinggi, sehingga barang-barang lainnya juga ikut naik. Artinya ekonomi nasional sedang tidak baik-baik saja,” kata Sepriandi dikutip Bekasiguide.com, Selasa 23 Juni 2026.

Selain menyoroti kondisi ekonomi, massa aksi juga mengkritik postur APBD Kota Bekasi yang dinilai belum berpihak kepada masyarakat. Mereka menyoroti besarnya porsi belanja pegawai dibandingkan anggaran yang langsung menyentuh kebutuhan warga, seperti bantuan sosial dan belanja tidak terduga.

“Kita melihat belanja pegawai mencapai sekitar 43 persen. Sementara dana bantuan sosial hanya sekitar 0,02 persen. Karena itu kami meminta DPRD Kota Bekasi menaikkan anggaran bantuan sosial minimal menjadi 1 persen,” ujarnya.

Massa aksi juga mendesak Pemerintah Kota Bekasi dan DPRD untuk meningkatkan belanja tidak terduga hingga minimal 2 persen serta menggelar pasar murah dua kali setiap bulan di setiap kecamatan.

“Ini adalah bentuk kepedulian kami sebagai masyarakat Kota Bekasi. Kami ingin pemerintah dan DPRD benar-benar berpihak kepada masyarakat dalam penyusunan APBD,” tutup Sepriandi.

Peristiwa

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas mengamankan dua orang pria beserta barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika jenis sabu,” kata Aliyani dikutip Bekasiguide.com, Jumat 23 Oktober 2026. 

Peristiwa

“Kami telah meminta keterangan para pihak dan menelusuri informasi yang diperoleh. Setiap fakta kami periksa secara objektif, termasuk pengakuan yang bersangkutan mengenai bagaimana kucing itu terlepas, sehingga penanganannya didasarkan pada keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Verdika dikutip Bekasiguide.com, Sabtu 17 Oktober 2026.

Peristiwa

“Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membagi personel menjadi tiga SRU. SRU pertama menggunakan perahu karet dan SRU kedua menggunakan perahu rafting, masing-masing melakukan penyisiran sejauh 200 meter dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU ketiga melakukan pencarian secara visual melalui jalur darat dengan area penyisiran hingga satu kilometer dari titik lokasi kejadian,” ujar Bobby dikutip Bekasiguide.com, Jumat 16 Oktober 2026.

Peristiwa

“Dalam kejadian tersebut, AZ diduga menodongkan pistol jenis airgun kepada korban sambil berkata, “Serahin handphonenya.”pelaku kemudian melepaskan satu kali tembakan ke arah atas sebelum meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Korban sempat mengejar para pelaku sambil berteriak meminta pertolongan,” jelas Kapolres dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.

Peristiwa

“PUSPAGA Kota Bekasi memiliki komitmen yang kuat dalam perlindungan korban dan saksi. Kami sebenarnya sudah menyiapkan skema pencegahan dini, baik terkait kebutuhan psikologis maupun perlindungan hukum,” kata Resa dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.

Exit mobile version