Peristiwa

Kali Rawalumbu Diduga Tercemar Limbah Biru, Warga Resah

Warga di kawasan Jalan Pungut, Jembatan Sembilan, Rawalumbu, Kota Bekasi, dibuat resah dengan dugaan pencemaran limbah yang menyebabkan aliran kali berubah warna menjadi biru. Limbah tersebut diduga berasal dari aktivitas pembuangan cairan tinta atau cat sablon dari industri rumahan di sekitar lokasi.

Seorang warga berinisial K (55) mengaku sudah beberapa kali melihat langsung pembuangan limbah ke aliran kali. Bahkan, ia mengabadikan kondisi tersebut dalam bentuk foto dan video sebagai bukti.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Karena memang ada pembuangan limbah. Saya juga melihat langsung. Entah itu dibuang warga atau dari tempat pengumpulan tinta. Dugaan saya itu tinta B3 atau cat sablon,” ujar K dikutip Bekasiguide.com, Senin 18 Mei 2026.

Menurut K, limbah yang dibuang diduga berasal dari home industry yang bergerak di bidang pengumpulan limbah tinta. Meski tidak menimbulkan bau menyengat, warga khawatir pencemaran tersebut dapat berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.

“Ya resah, karena kalau sungainya bersih kan enak dilihat. Saya takutnya beberapa tahun kemudian limbah ini meresap ke sumur warga,” katanya.

K juga menyebut kejadian serupa bukan pertama kali terjadi. Selain limbah berwarna biru, sebelumnya warga juga pernah menemukan aliran air berwarna hitam yang mengeluarkan bau tidak sedap dari bagian hulu kali.

“Kalau kejadian seperti ini sebenarnya bukan sekali. Sudah sering. Yang warna biru kemarin memang sempat ketemu sumbernya. Kalau yang hitam dari ujung sana itu bau,” ucapnya.

Ia mengaku sudah beberapa kali melaporkan persoalan tersebut kepada pemerintah setempat. Petugas disebut sempat turun ke lokasi dan mengambil sampel air untuk dilakukan pemeriksaan, namun pencemaran masih terus berulang.

“Saya juga sudah sering laporan ke pemerintah setempat. Petugas pernah datang ambil sampel air dan memang direspons, cuma masih sering berulang,” jelasnya.

Warga berharap pemerintah segera menertibkan aktivitas pembuangan limbah agar tidak semakin mencemari lingkungan dan berdampak ke sumur warga sekitar.

“Harapannya ya ditertibkan. Karena ini jelas pencemaran lingkungan dan dampaknya ke warga sekitar,” tutup K.

 

Peristiwa

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas mengamankan dua orang pria beserta barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika jenis sabu,” kata Aliyani dikutip Bekasiguide.com, Jumat 23 Oktober 2026. 

Peristiwa

“Kami telah meminta keterangan para pihak dan menelusuri informasi yang diperoleh. Setiap fakta kami periksa secara objektif, termasuk pengakuan yang bersangkutan mengenai bagaimana kucing itu terlepas, sehingga penanganannya didasarkan pada keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Verdika dikutip Bekasiguide.com, Sabtu 17 Oktober 2026.

Peristiwa

“Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membagi personel menjadi tiga SRU. SRU pertama menggunakan perahu karet dan SRU kedua menggunakan perahu rafting, masing-masing melakukan penyisiran sejauh 200 meter dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU ketiga melakukan pencarian secara visual melalui jalur darat dengan area penyisiran hingga satu kilometer dari titik lokasi kejadian,” ujar Bobby dikutip Bekasiguide.com, Jumat 16 Oktober 2026.

Peristiwa

“Dalam kejadian tersebut, AZ diduga menodongkan pistol jenis airgun kepada korban sambil berkata, “Serahin handphonenya.”pelaku kemudian melepaskan satu kali tembakan ke arah atas sebelum meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Korban sempat mengejar para pelaku sambil berteriak meminta pertolongan,” jelas Kapolres dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.

Peristiwa

“PUSPAGA Kota Bekasi memiliki komitmen yang kuat dalam perlindungan korban dan saksi. Kami sebenarnya sudah menyiapkan skema pencegahan dini, baik terkait kebutuhan psikologis maupun perlindungan hukum,” kata Resa dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.

Exit mobile version