Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, permintaan hewan kurban di Kabupaten Bekasi mengalami lonjakan signifikan. Salah satu peternak hewan kurban di Bekasi, Syaiful Nyamat, mengaku stok sapi Bali di kandangnya telah habis terjual diserbu pembeli.
Syaiful mengatakan, tahun ini pihaknya mendapat kuota sekitar 3.500 ekor sapi. Namun, sebanyak 2.901 ekor sapi Bali yang sudah masuk kandang kini telah sold out. Tingginya minat masyarakat membuat pihaknya masih kekurangan stok sekitar 165 ekor sapi.
“Alhamdulillah untuk sapi Bali di sini sudah sold out 2.901 ekor. Tapi masih ada tambahan lagi sekitar 165 ekor yang akan masuk,” kata Syaiful dikutip Bekasiguide.com, Selasa 19 Mei 2026.
Menurutnya, meski kondisi ekonomi saat ini dinilai kurang stabil, antusias masyarakat untuk berkurban justru meningkat dibanding tahun sebelumnya. Permintaan tertinggi berasal dari sapi Bali dengan bobot sekitar 350 hingga 380 kilogram.
“Antusias masyarakat tahun ini luar biasa. Permintaan sangat banyak, terutama sapi Bali,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterbatasan stok terjadi karena kuota pengiriman sapi dari Bali mengalami pengurangan akibat menurunnya populasi sapi di daerah tersebut. Meski begitu, pihaknya mengaku mendapat tambahan kuota pengiriman dari Pemerintah Provinsi Bali.
Selain sapi Bali, peternakannya juga menyediakan sapi jenis Simental, Limosin, PO hingga Brahma. Harga yang ditawarkan bervariasi mulai dari Rp15 juta hingga Rp100 juta tergantung ukuran dan jenis sapi.
“Kalau yang paling murah sekitar Rp15 juta. Yang paling besar bisa sampai Rp100 juta dengan berat hampir 1 ton,” jelasnya.
Untuk menjaga kualitas hewan kurban, seluruh ternak rutin diperiksa kesehatannya oleh Dinas Peternakan Kabupaten Bekasi dan Provinsi Jawa Barat. Haji Syaiful juga memastikan seluruh sapi yang dijual dalam kondisi sehat dan bebas PMK.
“Barang yang sakit tidak kita keluarkan. Jadi masyarakat harus benar-benar lihat kondisi fisik sapinya,” tutupnya.
