Berita

17 Calon Jemaah Haji Bekasi Gagal Berangkat, Demensia Jadi Penyebab

Kepala Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Bekasi, Sedya Dwisangka menyampaikan kondisi kesehatan jemaah haji JKS, termasuk tingginya kasus hipertensi dan diabetes

Kepala Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Bekasi, Sedya DwisangkaSebanyak 17 calon jemaah haji dari Asrama Haji Embarkasi Bekasi dipastikan gagal berangkat pada musim haji tahun 2026. Kondisi kesehatan menjadi faktor utama pembatalan keberangkatan, dengan kasus demensia menjadi salah satu penyebab yang paling banyak ditemukan.

Kepala Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Bekasi, Sedya Dwisangka, menjelaskan sebagian besar calon jemaah yang gagal berangkat merupakan kelompok usia lanjut. Mayoritas berusia di atas 50 tahun, bahkan terbanyak berada pada rentang usia 60 hingga 70 tahun.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Gagal berangkat ada 17, bervariasi penyebabnya. Biasanya demensia, kemudian diabetes yang belum terkontrol, dan satu kasus kehamilan risiko tinggi,” kata Sedya dikutip Bekasiguide.com, Rabu 20 Mei 2026.

Menurutnya, beberapa kasus seperti diabetes masih berpeluang diberangkatkan apabila kondisi kesehatan pasien mengalami perbaikan. Bahkan sebagian jemaah yang sebelumnya dipulangkan pada tahap awal kembali masuk pada kloter akhir dengan kondisi yang lebih baik.

“Sementara untuk penderita diabetes, jika kondisinya membaik masih memungkinkan ntuk berangkat. Karena itu beberapa jemaah yang sebelumnya dipulangkan di awal, kini bisa kembali pada kloter akhir dengan kondisi yang lebih baik,” ungkapnya.

Namun berbeda dengan kasus demensia, ia menyebut kondisi tersebut membutuhkan proses pemulihan yang lebih panjang sehingga kemungkinan untuk diberangkatkan kembali dalam waktu dekat cukup kecil.

“Kemungkinan besar mereka juga tidak dapat diberangkatkan kembali dalam waktu dekat karena proses pemulihan demensia biasanya cukup lama,” ungkapnya.

Selain demensia, terdapat pula satu kasus calon jemaah dengan kehamilan risiko tinggi. Kehamilan tersebut merupakan kehamilan ke-10 yang juga disertai hipertensi, sehingga dinilai berisiko tinggi bagi ibu maupun janin apabila tetap dipaksakan melakukan perjalanan ibadah haji.

Pihak kesehatan JKS menegaskan pemeriksaan kesehatan dilakukan secara ketat agar pelaksanaan ibadah haji tetap aman dan tidak membahayakan kondisi jemaah.

Berita

“Kehadiran kepolisian harus memberikan manfaat yang nyata. Dalam situasi seperti ini, kecepatan merespons harus berjalan seiring dengan ketepatan tindakan. Masker menjadi perlindungan awal yang dapat langsung digunakan oleh masyarakat,” kata Kholis, dikutip Bekasiguide.com, Minggu 6 September 2026.

Berita

“Melalui program Light Up The Dream, kami ingin menghadirkan manfaat listrik secara langsung bagi masyarakat yang selama ini belum memiliki sambungan listrik mandiri. Kami berharap penyalaan listrik di kediaman Bapak Enin dapat memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus mendukung berbagai aktivitas keluarga sehari-hari. Bagi kami, setiap sambungan listrik yang terwujud bukan hanya menghadirkan terang, tetapi juga membawa kemudahan dan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat.” ungkap Firman, Jumat 04 September 2026.

Berita

“Kita harus bisa mewaspadai penyakit yang baru muncul atau emerging disease. Dengan perubahan iklim, mungkin ada beberapa jenis virus yang selama ini tidak berkembang. Begitu ada perubahan iklim, virus tersebut bisa berkembang dan menyebar,” ujar Sriyanto dikutip Bekasiguide.com, Kamis 3 September 2026. 

Berita

“Melalui YBM PLN Bekasi, kami ingin terus menghadirkan kepedulian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Bantuan sembako ini merupakan bentuk dukungan kepada para santri agar mereka dapat terus menjalani proses belajar dan menghafalkan Al-Qur’an dengan penuh semangat. Kami berharap program yang dilaksanakan secara berkelanjutan ini dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi penyemangat bagi para santri dalam menuntut ilmu,” tutur Firman dikutip bekasiguide.com, Rabu 02 September 2026.

Exit mobile version