Peristiwa

Jemaah Haji Lansia Bekasi Gagal Berangkat karena Sakit, Digantikan Peserta Cadangan

Satu jemaah haji asal Kota Bekasi dipastikan gagal berangkat pada kloter pertama akibat kondisi kesehatan. Jemaah tersebut merupakan laki-laki kategori lansia yang saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Kepala Kementerian Haji Kota Bekasi, Rian Fauzi, memastikan seluruh jemaah yang masuk ke Asrama Haji dalam kondisi sehat, karena telah melalui proses pemeriksaan ketat.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Seluruh jemaah yang masuk asrama dalam kondisi sehat. Kalau tidak sehat, tidak diperkenankan masuk,” ujar Rian dikutip Bekasiguide.com, Kamis 23 April 2026.

Namun, ia membenarkan adanya satu jemaah yang harus menunda keberangkatan karena sakit. Jemaah tersebut tidak dapat mengikuti kloter pertama dan masih dalam perawatan medis.

“Ada satu jemaah laki-laki kategori lansia yang gagal berangkat karena sakit dan saat ini masih dirawat di rumah sakit,” jelasnya.

Rian menambahkan, keberangkatan jemaah tersebut akan dijadwalkan ulang setelah kondisi kesehatannya dinyatakan pulih.

“Keberangkatannya akan dijadwalkan ulang menunggu kondisi sehat kembali,” katanya.

Untuk mengisi kekosongan kursi, posisi jemaah tersebut telah digantikan oleh jemaah cadangan agar kuota kloter tetap terpenuhi.

“Posisinya saat ini sudah digantikan oleh jemaah cadangan,” tutup Rian.

Peristiwa

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas mengamankan dua orang pria beserta barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika jenis sabu,” kata Aliyani dikutip Bekasiguide.com, Jumat 23 Oktober 2026. 

Peristiwa

“Kami telah meminta keterangan para pihak dan menelusuri informasi yang diperoleh. Setiap fakta kami periksa secara objektif, termasuk pengakuan yang bersangkutan mengenai bagaimana kucing itu terlepas, sehingga penanganannya didasarkan pada keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Verdika dikutip Bekasiguide.com, Sabtu 17 Oktober 2026.

Peristiwa

“Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membagi personel menjadi tiga SRU. SRU pertama menggunakan perahu karet dan SRU kedua menggunakan perahu rafting, masing-masing melakukan penyisiran sejauh 200 meter dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU ketiga melakukan pencarian secara visual melalui jalur darat dengan area penyisiran hingga satu kilometer dari titik lokasi kejadian,” ujar Bobby dikutip Bekasiguide.com, Jumat 16 Oktober 2026.

Peristiwa

“Dalam kejadian tersebut, AZ diduga menodongkan pistol jenis airgun kepada korban sambil berkata, “Serahin handphonenya.”pelaku kemudian melepaskan satu kali tembakan ke arah atas sebelum meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Korban sempat mengejar para pelaku sambil berteriak meminta pertolongan,” jelas Kapolres dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.

Peristiwa

“PUSPAGA Kota Bekasi memiliki komitmen yang kuat dalam perlindungan korban dan saksi. Kami sebenarnya sudah menyiapkan skema pencegahan dini, baik terkait kebutuhan psikologis maupun perlindungan hukum,” kata Resa dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.

Exit mobile version