Kebakaran melanda sebuah pabrik bahan plafon mobil berbahan kapas di wilayah Kota Bekasi, Rabu 22 April 2026. Peristiwa ini diduga dipicu oleh korsleting listrik pada mesin produksi.
Komandan Regu (Danton) 7 Kompi B Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi, Wawan Kusmawan, mengatakan api pertama kali muncul saat kondisi pabrik sedang tidak beroperasi karena waktu istirahat.
“Dugaan sementara dari korsleting listrik pada mesin. Justru kejadiannya saat tidak ada aktivitas produksi, lagi istirahat,” ujar Wawan dikutip Bekasiguide.com, Rabu 22 April 2026.
Menurutnya, api sempat coba dipadamkan oleh pekerja setempat. Namun, karena diduga tidak padam sepenuhnya dan kemudian ditinggalkan, api justru membesar dan merambat ke bagian lain bangunan.
“Awalnya sudah diusahakan dipadamkan, tapi kemungkinan masih ada bara. Saat ditinggal, api malah membesar ke samping,” jelasnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski begitu, proses pemadaman sempat mengalami kendala karena kondisi ruangan yang tertutup tanpa ventilasi serta material kapas yang mudah menyerap api.
“Kesulitannya di ventilasi yang minim, ruangan tertutup jadi pengap. Selain itu bahan kapas ini menyerap api, jadi cukup sulit dipadamkan,” tambahnya.
Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit rescue dikerahkan ke lokasi, dengan total sekitar 30 personel.
Hingga saat ini, proses pemadaman masih berlangsung dan petugas terus melakukan pendinginan untuk mencegah api kembali menyala. Sementara itu, total kerugian akibat kebakaran masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
