Peristiwa

Polisi Dalami Keterkaitan Pelaku Penyiraman Air Keras dengan Teror Mobil Fortuner di Bekasi

Polisi masih mendalami kemungkinan keterkaitan pelaku penyiraman air keras di Tambun Selatan dengan rentetan teror penyiraman terhadap mobil Fortuner di wilayah Kabupaten Bekasi.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Jerico Lavian Chandra, mengatakan, sejauh ini pihaknya masih menunggu adanya laporan dari korban lain yang merasa menjadi sasaran aksi serupa.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Untuk sementara yang kasus lainnya sedang kita dalami. Kami juga masih menunggu laporan dari para korban. Silakan apabila nanti ada korban yang merasa menjadi sasaran teror penyiraman air keras, silakan membuat laporan kepada pihak kepolisian,” kata Jerico.

Menurut dia, motif aksi tersebut sementara ini dilatarbelakangi sakit hati dan dendam. Namun, polisi belum menerima laporan resmi terkait dua mobil lain yang diduga turut menjadi korban penyiraman.

Jerico menambahkan, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap kemungkinan keterkaitan antarperistiwa. Dalam penangkapan, salah satu pelaku juga sempat mengalami luka di bagian jari karena berupaya melarikan diri.

Dari hasil pemeriksaan sementara, salah satu pelaku diketahui merupakan karyawan pelaku utama. Sedangkan satu pelaku lainnya diduga direkrut untuk membantu menjalankan aksi tersebut.

Peristiwa

“Kami telah meminta keterangan para pihak dan menelusuri informasi yang diperoleh. Setiap fakta kami periksa secara objektif, termasuk pengakuan yang bersangkutan mengenai bagaimana kucing itu terlepas, sehingga penanganannya didasarkan pada keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Verdika dikutip Bekasiguide.com, Sabtu 17 Oktober 2026.

Peristiwa

“Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membagi personel menjadi tiga SRU. SRU pertama menggunakan perahu karet dan SRU kedua menggunakan perahu rafting, masing-masing melakukan penyisiran sejauh 200 meter dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU ketiga melakukan pencarian secara visual melalui jalur darat dengan area penyisiran hingga satu kilometer dari titik lokasi kejadian,” ujar Bobby dikutip Bekasiguide.com, Jumat 16 Oktober 2026.

Peristiwa

“Dalam kejadian tersebut, AZ diduga menodongkan pistol jenis airgun kepada korban sambil berkata, “Serahin handphonenya.”pelaku kemudian melepaskan satu kali tembakan ke arah atas sebelum meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Korban sempat mengejar para pelaku sambil berteriak meminta pertolongan,” jelas Kapolres dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.

Peristiwa

“PUSPAGA Kota Bekasi memiliki komitmen yang kuat dalam perlindungan korban dan saksi. Kami sebenarnya sudah menyiapkan skema pencegahan dini, baik terkait kebutuhan psikologis maupun perlindungan hukum,” kata Resa dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.

Exit mobile version