Peristiwa

Hanyut di Kali Jambe, Bocah 7 Tahun Masih Dalam Pencarian Tim SAR

Peristiwa tragis menimpa seorang bocah bernama Mainaka (7) yang dilaporkan tenggelam dan terbawa arus di Kali Jambe, Kecamatan Tambun Selatan pada Selasa 13 Januari 2026 pukul 16.00 WIB.

Upaya pencarian kembali dilanjutkan oleh personel Kantor SAR Jakarta melalui Unit Siaga SAR Bekasi bersama unsur SAR gabungan. Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran Kali Jambe menggunakan perahu karet dan kano sejauh 2 kilometer dari lokasi kejadian. Selain itu, petugas juga melakukan penyisiran secara visual di sepanjang bantaran sungai.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Koordinator Unit Siaga SAR Bekasi, Erdi Jatmiko, mengatakan pencarian dilakukan secara maksimal dengan melibatkan seluruh unsur yang ada di lokasi.

“Sejak pagi kami mengerahkan seluruh potensi SAR gabungan untuk melakukan pencarian secara optimal,” kata Erdi dikutip Bekasiguide.com, Rabu 14 Januari 2026.

Puluhan personel dari unsur SAR gabungan dikerahkan dalam operasi tersebut, melibatkan Unit Siaga SAR Bekasi, Polsek Tambun Selatan, TNI, BPBD, PMI, serta sejumlah komunitas relawan.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dan berharap korban segera ditemukan.

Peristiwa

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas mengamankan dua orang pria beserta barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika jenis sabu,” kata Aliyani dikutip Bekasiguide.com, Jumat 23 Oktober 2026. 

Peristiwa

“Kami telah meminta keterangan para pihak dan menelusuri informasi yang diperoleh. Setiap fakta kami periksa secara objektif, termasuk pengakuan yang bersangkutan mengenai bagaimana kucing itu terlepas, sehingga penanganannya didasarkan pada keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Verdika dikutip Bekasiguide.com, Sabtu 17 Oktober 2026.

Peristiwa

“Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membagi personel menjadi tiga SRU. SRU pertama menggunakan perahu karet dan SRU kedua menggunakan perahu rafting, masing-masing melakukan penyisiran sejauh 200 meter dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU ketiga melakukan pencarian secara visual melalui jalur darat dengan area penyisiran hingga satu kilometer dari titik lokasi kejadian,” ujar Bobby dikutip Bekasiguide.com, Jumat 16 Oktober 2026.

Peristiwa

“Dalam kejadian tersebut, AZ diduga menodongkan pistol jenis airgun kepada korban sambil berkata, “Serahin handphonenya.”pelaku kemudian melepaskan satu kali tembakan ke arah atas sebelum meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Korban sempat mengejar para pelaku sambil berteriak meminta pertolongan,” jelas Kapolres dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.

Peristiwa

“PUSPAGA Kota Bekasi memiliki komitmen yang kuat dalam perlindungan korban dan saksi. Kami sebenarnya sudah menyiapkan skema pencegahan dini, baik terkait kebutuhan psikologis maupun perlindungan hukum,” kata Resa dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.

Exit mobile version