Peristiwa

Viral Warga Resah Usai Diterpa Teror Ketuk Pintu Misterius, Ini Tanggapan MUI Bekasi

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menanggapi terkait fenomena horor berupa teror ketuk pintu misterius membuat resah warga Kampung Paparean, Desa Pasirtanjung, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

Fenomena ini kembali viral di media sosial karena kerap dikaitkan dengan hal mistis atau makhluk gaib.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Menanggapi hal itu, Ketua MUI Kota Bekasi, Syaifuddin Siroj menegaskan bahwa teror itu diduga dilakukan oleh manusia bukan makhluk gaib.

“Ga ada itu, jangan dikaitin dengan hal yang mistis. Tidak ada Itu mistis berubah menjadi fisik. Halusinasi nanti jadinya. Sudah dipastikan fakta itu orang, modus itu,” kata Saifuddin.

Saifuddin menyatakan, masyarakat tidak seharusnya mengaitkan fenomena tersebut dengan hal mistis. Padahal, menurutnya teror ketuk pintu itu diperbuat oleh orang yang ingin melakukan aksi kriminal.

“Jadi tidak ada dasarnya juga ya mengaitkan satua kasus ke hal yang mistis, padahal itu kenyataannya memang perampok itu. Ga ada. Masa setan, jin bisa nyolong ga mungkin kan,” jelasnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan jangan selalu mengaitkan hal mistis ke dalam kejadian-kejadian tak kasat mata.

“Himbauan saya sih ya, kalo terkait dengan hal itu jangan disangkut pautkan dengan hal-hal yang mistis, kewaspadaan secara spiritual dan psikologis ditingkatkan agar masyarakat kita bertabayyun,” tutupnya.

Peristiwa

“Berdasarkan keterangan saksi, laptop diduga diambil dari rak bagasi atas salah satu gerbong saat kereta berada di Stasiun Bekasi Kota. Informasi itu langsung kami tindak lanjuti melalui koordinasi dengan petugas pengamanan KAI hingga berhasil mengidentifikasi dan menangkap terduga pelaku,” ujar Verdika dikutip Bekasiguide.com, Jumat 9 Oktober 2026.

Peristiwa

“Dari keterangan para pihak, alat bukti, serta hasil pemeriksaan yang diperoleh, terdapat persesuaian mengenai rangkaian peristiwa yang mengarah pada dugaan kekerasan terhadap anak. Hal tersebut didukung oleh hasil visum et repertum yang diperoleh penyidik,” kata Verdika dikutip Bekasiguide.com, Jumat 9 Oktober 2026.

Exit mobile version