Metropolitan

Wali Kota Bekasi Prioritaskan PSU dan Kucurkan Rp100 Juta per RW, Tekankan Warga Waspada DBD dan TBC

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. (poto,dok)

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kembali menegaskan komitmennya dalam mempercepat penyelesaian Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) di wilayah Kota Bekasi. Ia menyebut PSU sebagai bagian dari harapan masyarakat yang harus segera diwujudkan.

“PSU adalah bagian dari harapan masyarakat,” kata Tri dikutip pada Selasa, 15 Juli 2025.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Selain fokus pada PSU, Tri membawa kabar baik bagi para Ketua RW di Kota Bekasi. Pemerintah berkomitmen mengoptimalkan anggaran hingga Rp100 juta per RW untuk mendukung pembangunan fasilitas lingkungan masing-masing.

“Silakan manfaatkan untuk keperluan wilayah. Semuanya demi meningkatkan kenyamanan dan pelayanan di lingkungan masing-masing,” tegasnya.

Fokus Lingkungan: DBD, Cikungunya, dan TBC Jadi Sorotan

Dalam kesempatan yang sama, Tri mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ia menyoroti potensi ancaman penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Cikungunya, dan Tuberkulosis (TBC) yang kerap muncul akibat kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat.

“Cikungunya dan DBD ini beda-beda tipis, sangat mengkhawatirkan. Harus ada kerja bakti, koordinasi RT, RW, dan warga. TBC juga perlu kesadaran dari diri sendiri dan keluarga untuk menjaga pola hidup sehat,” tuturnya.

Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah di Bekasi

Tri juga mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari RT, RW hingga pengurus DKM untuk turut serta mendukung pendataan Peserta Didik Baru Daerah (PDBD) secara online. Ia menegaskan komitmen Pemkot Bekasi dalam memastikan pendidikan tetap bisa diakses oleh seluruh anak, tanpa terkecuali.

“Jangan sampai ada anak di Bekasi yang putus sekolah karena tidak mampu. Kita akan bantu fasilitasi. Ini bentuk perhatian nyata dari pemerintah kepada warganya,” pungkasnya. (Adv)

Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.

Exit mobile version