Berita

Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Tinjau SMAN 20 Kota Bekasi Yang Tak Punya Gedung Sekolah

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Ronny Hermawan meninjau Sekolah SMAN 20 Kota Bekasi yang menjalankan kegiatan belajar mengajar secara bergantian karena tidak mempunyai gedung sekolah.

Ronny menilai bahwa kondisi ini miris dikarenakan pihak sekolah harus menyewa gedung milik sekolah lain dengan membayar biaya sebesar Rp. 350 juta pertahun.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

” Ironis sekali, sekolahnya masih sewa lahannya di tengah-tengah pemukiman.Jadi untuk menuju sekolah itu jalan kaki hampir 1 kilometer,kondisi sekolahnya karena kecil, maka dijadikan dua shift. Pagi dan sore ” kata Ronny.

Dengan kondisi tersebut, para siswa harus belajar secara bergantian dikarenakan kondisi ruang kelas yang terbatas. Diharapkan, Gubernur Jawa Barat Terpilih Dedy Mulyadi dapat mempercepat proses relokasi SMAN 20 Kota Bekasi.

“Ya memang kondisi ini ironis sekali, kami bisa menaruh harapan besar kepada Gubernur Terpilih untuk membenahi atau menambah jumlah SMA Negeri atau SMK Negeri di seluruh Jawa Barat,” jelasnya.

Ronny juga mengungkapkan bahwa Pemerintah telah memiliki rencana untuk melakukan alokasi SMAN 20 Kota Bekasi ke tempat yang lebih strategis.

“Rencanannya tahun depan akan dibangun SMAN 20 ini pindah ke depan di jalan Sultan Agung Kota Bekasi ada lahan milik Pemprov seluas 1,3 hektar. Tapi kan proses bangun juga butuh waktu ya. Semoga nanti bisa cepat,” pungkasnya.

 

Berita

“Pada pelaksanaanya, kita mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Apartemen Center Poin, ada orang asing yang mencurigakan, akhirnya kita melakukan pengecekan dan pengawasan, ternyata mereka melakukan tindak pidana penyalahgunaan keimigrasian,” kata Filianto dikutip Bekasiguide.com, Jumat 29 Agustus 2025.

Berita

“Jadi yang kami musnahkan ada 5,5 juta batang rokok. Kemudian ada 1.877 liter miras ilegal. Kemudian juga ada 600 kilo ini barang-barang yang mengandung haki, itu hasil hutang kami atas penagihan hutang kami ke perusahaan yang ada di Bekasi,” kata Winarko, Kamis 28 Agustus 2025.

Berita

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami. Jarak aman minimal 3 meter dari jaringan listrik ini penting untuk dipatuhi guna menghindari risiko kecelakaan seperti sengatan listrik, kebakaran, atau gangguan jaringan. Kami terus aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya jika ketentuan ini diabaikan,” ujar Donna dalam keterangan resminya dikutip bekasiguide.com pada Rabu, 27 Agustus 2025.

Berita

“Terima kasih atas dukungan kepada Ibu Liliawati Rahardjo selaku Komisaris PT Summarecon dan Adrianto P. Adhi Komisaris PT Summarecon, atas peran serta Summarecon yang melakukan bedah 500 rumah tidak layak huni,” ujar Maruarar dikutip Bekasiguide.com, Jumat 22 Agustus 2025.

Exit mobile version