Berita

SHSD Grand Kamala Lagoon Reopening, Perkuat Sistem Keamanan dan Tingkatkan Kualitas Layanan

Restoran Sambal Hejo Sambal Dadak (SHSD) Grand Kamala Lagoon kembali beroperasi atau reopening setelah sempat terdampak musibah kebakaran sekitar dua bulan lalu. Reopening digelar pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Owner SHSD Grand Kamala Lagoon, Tb. Hendra Suherman, mengatakan kebakaran tersebut terjadi pada 2 November 2025. Ia menyebut, reopening ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu, baik oleh manajemen maupun pelanggan yang selama ini menantikan SHSD kembali buka.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Hari ini persis 2 bulan setengah ya. Jadi pada saat tanggal 2 November 2025, kita mengalami musibah kebakaran,” kata Hendra saat ditemui di lokasi, Sabtu 17 Januari 2026.

Menurutnya, upaya pemulihan dilakukan bersama investor dan tim agar restoran bisa segera kembali beroperasi. Ia juga menilai reopening menjadi jawaban atas kerinduan pelanggan yang selama ini tidak bisa menikmati layanan SHSD di Grand Kamala Lagoon.

“Bisa juga menjawab rasa kangen dari para pelanggan setiap kita untuk bisa kembali ke sini,” ujarnya.

Hendra mengungkapkan, selama masa tutup operasional, total kerugian ditaksir mencapai Rp5,1 miliar, termasuk kerugian material maupun imaterial.

Meski begitu, ia menegaskan pihaknya tetap mempertahankan seluruh karyawan tanpa melakukan pemutusan hubungan kerja.

“Kerugian kita di total semua sih material dan imaterial itu 5,1 miliar. Karena satu karyawan, satu pun tidak ada yang kita keluarkan kerja. Semua tetap mereka kita gaji,” ucapnya.

Ia menyebut, para karyawan tetap mendapatkan haknya meskipun selama restoran tidak beroperasi. Mereka bahkan ditempatkan di unit lain agar tetap memiliki aktivitas kerja.

“Ini bagian dari komitmen saya dengan Mas Heri. Kita jangan menelantarkan orang lain, karyawan-karyawan kita di sini. Kan juga yang punya anak istri tentunya harus juga punya pendapatan untuk mereka,” lanjutnya.

Terkait strategi pasca reopening, Hendra mengatakan pihaknya belum menyiapkan menu inovasi baru dalam waktu dekat. Namun, SHSD berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan demi menjaga kepercayaan pelanggan.

“Menu sih masih mungkin belum ada inovasi baru ya, tapi kualitasnya mungkin kita tingkatkan,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan langkah pencegahan untuk mengantisipasi kejadian serupa. Salah satunya dengan melakukan komunikasi dengan pihak pengelola kawasan terkait pengamanan area stasiun gas.

“Kita sudah komunikasi juga dengan lagoon, nanti di belakang ini akan dibuat tembok yang lebih tinggi lagi di stasiun gasnya,” ungkap Hendra.

Ia menambahkan, proses pengisian gas nantinya hanya dilakukan di luar jam operasional restoran, yakni pada pagi hari sebelum buka atau malam hari setelah tutup.

“Jadi tidak ada kegiatan lagi pengisian stasiun gas itu pada saat jam operasional SHSD,” tambahnya.

Sementara itu, Owner partnership SHSD lainnya, Heri Sukomartono, menyampaikan harapannya agar reopening ini dapat mengembalikan jumlah pelanggan sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis ke depannya.

“Harapannya ya itu tadi pelanggan lebih banyak, keuntungan lebih banyak. Kalau bisa kita buka cabang baru lagi,” kata Heri.

Heri juga menilai pemerintah daerah perlu memberikan dukungan terhadap pelaku usaha, termasuk SHSD, karena keberadaan restoran tersebut turut berkontribusi terhadap pendapatan daerah serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

“Sebetulnya pemerintah daerah juga harus men-support SHSD. Kenapa? Karena ini juga bagian dari memberikan kontribusi PAD,” ujarnya.

Ia menyebut, SHSD juga berupaya memberi manfaat sosial bagi lingkungan sekitar, mulai dari perekrutan karyawan lokal hingga dukungan kegiatan masyarakat.

“Karyawan juga dari masyarakat. Kita juga support kegiatan-kegiatan masyarakat di lingkungan. Paling tidak ada kemanfaatan lebih dari SHSD yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Terkait kehadiran unsur pemerintahan dalam reopening, Heri menegaskan tidak ada persoalan meskipun pada sesi awal acara belum tampak perwakilan pemerintah.

Menurutnya, kegiatan reopening berlangsung dari pagi hingga sore, dan beberapa pihak dijadwalkan hadir pada siang hari.

“Bukan gak datang. Nanti ada. Kalau opening lebih ke arah seremoni, keluarga internal aja,” ucap Heri.

Pada kesempatan yang sama, Panglima Komando Pertahanan Nasional TNI AU Marsekal Madya TNI Andryawan Martono Putra turut menghadiri reopening SHSD Grand Kamala Lagoon dan menyampaikan ucapan selamat atas kembali beroperasinya restoran tersebut.

Andryawan berharap reopening ini menjadi awal yang lebih baik bagi SHSD Grand Kamala Lagoon untuk terus berkembang dan semakin dipercaya pelanggan.

“Mudah-mudahan ke depan lebih maju lagi, lebih berkembang dan tentunya pelanggannya lebih banyak lagi,” pungkasnya.

Berita

“Alhamdulillah peresmian hari ini berjalan aman dan lancar. Total untuk kendaraan mobil ada tujuh unit SPKLU, dua unit penukaran baterai, serta dua unit SPKLU motor. Satu unit SPKLU motor bahkan bisa digunakan untuk enam motor listrik,” ujar Firman dikutip Bekasiguide.com, Selasa 6 Januari 2025.

Exit mobile version