Menjelang masa purna bakti, Abi Hurairah berada di ujung perjalanan panjangnya sebagai aparatur sipil negara (ASN). Setelah puluhan tahun menapaki berbagai jabatan, ia kini menuntaskan pengabdian sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi.
Di balik posisinya saat ini, Abi Hurairah menyimpan kisah karier yang berjalan tanpa banyak jeda. Ia mengaku, sejak muda terbiasa ditempa ritme kerja dan tanggung jawab yang terus berlanjut.
“Saya tidak pernah yang namanya menikmati usia muda,” ujar Abi Hurairah saat berbincang dengan bekasiguide.com di ruang kerjanya pada Rabu, 21 Januari 2026.
Abi Hurairah menempuh pendidikan dasar di Bandung, kemudian melanjutkan sekolah di Indramayu.
Setelah lulus dari SMA Negeri Sindang Indramayu pada 1985, ia memilih jalur pemerintahan dengan masuk IPDN selama tiga tahun.
Ia juga memperkuat bekal akademiknya dengan melanjutkan studi di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta Selatan.
Kariernya di Kota Bekasi dimulai pada 1997 sebagai Kasubagtibum di bagian pemerintahan. Tak lama berselang, ia dipercaya menjadi Lurah Bojong Rawalumbu.
Pada masa itu, kelurahan yang dipimpinnya mencatat prestasi membanggakan.
“Alhamdulillah waktu itu dapat penghargaan, juara pertama kelurahan percontohan tingkat Jawa Barat,” katanya.
Setelah menjadi lurah, perjalanan tugas Abi Hurairah terus berlanjut. Ia sempat menjabat Sekcam Bantar Gebang, kemudian bertugas di sektor pariwisata, hingga masuk ke Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan Pemakaman (Dinas Bertaman).
Di dinas tersebut, ia melewati beberapa posisi penting, termasuk Kabid Persampahan.
Pada 2011, Abi Hurairah bertugas di Disnaker sebagai Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja. Dari sana, ia kembali dipercaya mengemban jabatan kewilayahan.
Pada Agustus 2013, ia menjadi Camat Bekasi Selatan, lalu sempat menjabat Camat Bantar Gebang, sebelum melanjutkan sebagai Camat Jatisampurna pada periode 2017–2019.
Bagi Abi Hurairah, jabatan boleh berganti, namun orientasi pengabdian tidak berubah: pelayanan langsung kepada masyarakat.
“Yang lebih saya senangi adalah memberikan pelayanan terhadap masyarakat,” ucap pria yang hobi mancing.
Setelah menjalani tugas sebagai camat, ia dipercaya mengemban jabatan strategis sebagai Kasat POL PP, lalu menjabat Kepala Dinas Pariwisata selama dua tahun. Hingga akhirnya, ia ditugaskan memimpin Disdamkarmat Kota Bekasi, jabatan yang ia sebut sudah dijalani sekitar 1 tahun 7 bulan.
Di bawah kepemimpinannya, Abi Hurairah menegaskan bahwa Damkar bukan hanya soal memadamkan api. Layanan penyelamatan kini menjadi pekerjaan harian yang semakin luas.
“Pelayanan tidak hanya di bidang kebakaran, termasuk juga penyelamatan,” ujarnya.
Dalam perjalanan panjang itu, Abi Hurairah mengakui ada banyak sosok yang turut membentuk arah kariernya. Ia menyebut beberapa mentor yang berpengaruh, mulai dari era awal Kota Bekasi hingga saat ini.
“Kalau mentor sebetulnya banyak. Awalnya ada pak AR Kayelani, Rayendra Sukarmadji (Bang Roy), Dedy Djuanda, dan Rahmat Effendi (Bang Pepen) serta Tri Adhianto (Mas Tri) yang banyak mengarahkan tentang tugas dan tanggung jawab sebagai Kepala Dinas,” katanya.
Ia menyoroti pentingnya respon time 15 menit sesuai SOP, meski di lapangan kerap terkendala kemacetan, akses jalan sempit, hingga minimnya kesadaran pengguna jalan saat kendaraan darurat melintas.
Abi Hurairah juga mengingatkan masyarakat Kota Bekasi agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran akibat kelistrikan. Menurutnya, sebagian besar kejadian kebakaran dipicu korsleting.
“Sekitar 54 persen kejadian kebakaran diakibatkan oleh arus pendek,” katanya.
Di tengah perkembangan zaman, ia menilai tantangan damkar juga ikut berubah, termasuk dalam penanganan kebakaran kendaraan listrik yang membutuhkan peningkatan kemampuan dan kesiapan sarana.
Menjelang purna bakti, Abi Hurairah memilih menutup kisah panjang pengabdiannya dengan pesan sederhana: keselamatan harus dimulai dari kesadaran bersama.
“Saya menghimbau kepada masyarakat agar memeriksa kembali kapasitas kabel dan instalasi listrik. Pencegahan selalu lebih baik daripada penanganan,” ujarnya.
Di luar tugas kedinasan, Abi Hurairah mengaku sudah menyiapkan rencana sederhana untuk hari-hari setelah pensiun.
“Kalau pensiun nanti, inginnya mengurus pertanian dan pemancingan saja,” katanya.
Dengan demikian, Abi Hurairah menandai akhir perjalanan kariernya sebagai PNS dengan menuntaskan tugas di garis pelayanan darurat, dan mengakhiri pengabdian di Disdamkarmat Kota Bekasi, tempat ia menutup bab terakhir pengabdiannya untuk masyarakat.
