Esai

Ahmad Syaikhu Tokoh Pendorong Demokrasi Berintegritas

Ahmad Syaikhu menerima penghargaan detikcom Awards dalam kategori Tokoh Pendorong Demokrasi Berintegritas pada Kamis 17 Oktober 2024.(Poto: Istimewa)

Belum juga dipilih, calon Gubernur Jawa Barat yang juga Presiden PKS non aktif Ahmad Syaikhu, telah membuat bangga seluruh warga Jawa Barat.

Tokoh nasional kelahiran Cirebon ini, baru saja menerima penghargaan detikcom Awards dalam kategori Tokoh Pendorong Demokrasi Berintegritas pada Kamis 17 Oktober 2024.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas berbagai inisiatif yang telah diambilnya untuk memperkuat demokrasi di Indonesia.

Berbagai inisiatif yang diambil Syaikhu terkait demokrasi dan komitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa bukanlah perkara yang enteng. Dalam mewujudkannya ia menghadapi berbagai tantangan baik dari eksternal dan/ atau dari rekan sekolega di PKS.

Sebab kita tahu, keputusan – keputusan politik adalah jalan sempit dan rumit, serta acapkali penuh akrobatik. Untuk itu, hanya sosok – sosok yang telah mampu berdamai dengan dirinya sendiri yang dapat tetap menjaga integritas pikiran dan tindakan konkrit dalam ikhtiar merawat demokrasi secara sehat, menjaga harmoni dan mengutamakan nasionalisme ditengah – tengah tarik menarik berbagai kepentingan politik praktis.

Dalam konteks kepentingan masyarakat luas dan nasionalisme, tak ada kamus tembok beku bagi Syaikhu. Ketaatannya kepada Sang Khalik, membuatnya punya cara guna mewujudkan terciptanya kemaslahatan bersama, termasuk dalam ranah politik praktis.

Dalam konteks pergaulan, Syaikhu adalah sosok yang merawat kedalaman sanubari, maka tak heran jika dirindukan berbagai kalangan dari berbagai latar belakang. Dimana pun di berbagai pelosok tanah air, kita akan dapat titipan salam dari orang yang mengenal Syaikhu secara dekat, meski singkat, tapi bisa merasakan keteduhan perilakunya. Maka titipan salam itu selalu ditutup kalimat kesan: ” Beliau orang baik. ”

Dalam berpolitik, Syaikhu amat menjauhi dusta atau rekayasa, ia lebih memilih jalan lelah menemui langsung para konstituen nya untuk menampung aspirasi dan solusi.

Ia amat mencita – citakan tegaknya demokrasi yang berkualitas dan berintegritas. Sebab itu, amat berkepentingan meningkatnya kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu faktor utama mewujudkannya.

Dalam kepemimpinannya, Syaikhu telah berhasil menegaskan komitmen PKS untuk tetap berada di luar pemerintahan Joko Widodo sebagai oposisi, nyalang mengkritisi, tapi tidak membenci. Syaikhu menekankan peran oposisi adalah untuk memastikan fungsi check and balances berjalan dengan baik, tapi tidak dengan menebar permusuhan.

Syaikhu juga telah menjadi salah sosok dari sedikit sosok yang ada, yang getol melakukan silaturahmi Kebangsaan. Bahkan, ia berani melakukan itu di saat – saat situasi tidak menguntungkan dari sisi kepentingan politik praktis. Tapi ia lakukan itu, hingga secara perlahan PKS pun mulai diakui masyarakat luas sebagai partai yang terbebas dari perilaku sumbu pendek.

Syaikhu sadar pentingnya keseimbangan antara kebebasan dan kedisiplinan dalam menjalankan demokrasi.

Kini Syaikhu sedang dalam prosesi kontestasi Pilgub Jawa Barat berpasangan dengan Ilham Habibie, dan ia belum apa – apa sudah bikin bangga warga Jawa Barat.

Oleh : Imam Trikarsohadi (Dewan Pakar Pusat Kajian Manajemen Strategik).

Esai

Karena itu, pertobatan ekologis menjadi semakin relevan mengingat persoalan banjir dan longsor belakangan ini sebagai akibat pengingkaran atau penyangkalan terhadap eksistensi dan signifikansi bumi dan alam. Ini tidak terbatas pada terjadinya bencana alam berupa tanah longsor, banjir, dan mungkin kedepan muncul prahara kekeringan.

Esai

Seluruh aktivitas nyaris mati gaya, dan warga yang tajir melintir maupun yang melarat “keciprat,” merasakan derita yang sama; tak berdaya seraya berdoa dan berharap hujan segera

Esai

Kita juga perlu mengatasi “Viral Culture” dalam politik, sebab krisis moral demokrasi juga disebabkan oleh budaya politik yang hanya mengejar viralitas, bukan substansi.

Esai

Folder harus mencerminkan semangat kolaborasi, bukan kompetisi tidak sehat. UMKM besar maupun UMKM pemula harus memiliki kesempatan yang sama untuk tampil. Jika ruang hanya diberikan kepada mereka yang “punya akses”, maka folder tidak lagi menjadi ruang publik melainkan ruang komersial milik sekelompok orang.

Esai

Pemanfaatan folder sebagai ruang wisata, olahraga, dan UMKM memiliki banyak peluang, namun juga memiliki risiko. Karena itu, setiap langkah harus disusun melalui kajian detail: keamanan, ketertiban, dampak lingkungan, manajemen keramaian, hingga regulasi pemanfaatan UMKM agar tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu.

Exit mobile version