Peristiwa

Massa Buruh Unjuk Rasa, Blokade Jalan Ahmad Yani

Ratusan buruh yang berasal dari wilayah Bekasi Raya menggelar aksi demonstrasi dalam rangka memperingati Mayday atau Hari Buruh Nasional 2024.

Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi, massa buruh menutup akses jalan Ahmad Yani Bekasi Selatan dan Pintu Tol Barat.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Sekretaris FSBDSI, Purwardi mengatakan pihaknya sengaja menggelar unjuk rasa di wilayah Kota Bekasi untuk menyampaikan aspirasi ke Pemerintah agar mau membenahi jalan umum.

“Untuk DPC FSBDSI Kabupaten Kota Bekasi kita sengaja main di Kota Bekasi, Karena di Bekasi juga masih banyak tugas pemerintah yang juga belum diselesaikan. Salah satunya adalah untuk wilayah kota Bekasi infrastruktur jalan khususnya Narogong yang rusak, mengakibatkan masyarakat, khususnya buruh, sering kecelakaan,” ucap dia pada Rabu 01 Mei 2024.

Selain itu, dia menjelaskan, pihak buruh juga menuntut pemerintah agar mau menghapus PPH 21 atau pajak penghasilan yang dinilai memberatkan buruh.

“Kami sebenarnya menginginkan adanya PPH 21 ada batasan, Artinya adalah supaya pajak ini untuk masyarakat yang berpenghasilan menengah ke atas, jangan buruh yang sudah susah, ngontrak, anaknya banyak, masih kena pajak, maka dari itu gak cukup membiayai keluarga apalagi mengenai pendidikan,” paparnya.

Selain merayakan Hari Buruh Nasional, massa buruh juga ingin menginginkan perubahan dari pemerintah. Mereka minta pemerintah lebih peduli dengan masyarakat yang berprofesi sebagai buruh.

“Ini adalah bentuk protes kami, selain merayakan hari buruh nasional, kita juga menyampaikan bahwa ini loh masyarakat yang berdemo, menginginkan perubahan kepada pemerintah,” tutupnya.

Peristiwa

“Kami dapat laporan dari warga bahwasannya terjadi peristiwa pembunuhan suami istri. Untuk korban laki-laki meninggal dunia, sedangkan korban perempuan masih kritis di rumah sakit. Kita doakan yang terbaik untuk keluarga korban,” ujar Andi dikutip Bekasiguide.com, Senin 2 Maret 2026.

Peristiwa

“Intinya kejadian tersebut memang benar adanya. Kami mohon maaf kepada seluruh konsumen karena memang terjadi campuran air pada bahan bakar. Dari pihak SPBU kami sudah bertanggung jawab dan seluruh kendaraan terdampak sudah kami tangani,” ujar Ragil dikutip Bekasiguide.com, Minggu 1 Maret 2026.

Exit mobile version