Peristiwa

Tukang Kayu Jadi Korban Begal di Cikarang

Caption : Korban Begal. (Image: Ilustrasi/Istmewa)

CIKARANG- Seorang laki-laki yang berprofesi sebagai tukang kayu menjasi korban aksi begal di Jalan CBL, Cikarang Barat, pada Sabtu (26/11/2022) sekitar pukul 18.00 WIB, korban laki-laki berusia 27 tahun.

Kapolsek Cikarang Barat, Kompol Sutrisno mengatakan, korban berinisial GI (27). Kejadian bermula saat korban baru saja menyelesaikan pekerjaannya dengan membuat kayu di sebuah Counter Handphone sekitar pukul 22.00 WIB.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Kemudian sekitar pukul 22.10 WIB dua orang saksi, MA (37) dan SA (41) yang sedang meronda di Perumahan Kampung Islam Thoyibah mendengar suara teriakan orang minta tolong. Kedua saksi langsung berlari ke arah sumber suara yaitu ke Jalan Raya CBL.

“Saksi langsung berlari menuju sumber suara yaitu Jalan Raya CBL, saat itu saksi melihat seorang laki-laki melambaikan tangan sambil teriak tolong…tolong…begal…begal,” ujar Kompol Sutrisno, Senin (28/11/2022).

Sutrisno mengatakan, kedua saksi melihat di tempat kejadian perkara (TKP) ada 3 unit sepeda motor. 1 motor berisi dua orang atau berboncengan, dua motor lainnya berisi satu orang.

“Selanjutnya 3 sepeda motor yang berpenumpang 4 orang tersebut pergi dari arah Cikarang menuju ke Cibitung dengan kecepatan tinggi,” ucapnya.

Tak berapa lama berselang, kedua saksi melihat dua orang laki-laki yang berboncengan sepeda motor menolong korban.

“Korban di bawa ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk penanganan lebih lanjut,” ucap Sutrisno.

“Luka punggung sebelah kanan, bagian bawah ketiak sama siku kiri,” tambanya.

Sutrisno mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut. (Mae)

Peristiwa

“Kami masih melakukan pendalaman terhadap para pelaku beserta barang bukti yang diamankan. Tidak menutup kemungkinan adanya jaringan lain maupun tindak pidana lain yang berkaitan dengan kasus ini,” ujar Sumarni dikutip Bekasiguide.com, Jumat 22 Mei 2026.

Peristiwa

“Keresahan utama kami, masa di ruko tempat tinggal dan tempat usaha sendiri harus bayar parkir per jam? Kalau diterapkan, UMKM di sini bisa mati karena pembeli dan logistik pasti malas datang. Masalah ini tidak kunjung ada solusi karena dalam aksi pertama dan kedua hari ini, pihak manajemen selalu mangkir dan menolak menemui kami,” ujar Daniel di lokasi aksi dikutip bekasiguide.com, Kamis 21 Mei 2026.

Exit mobile version