Metropolitan

HUT Bhayangkara ke- 73, Polrestro Bekasi Kota Raih Penghargaan MURI

Poto: Istimewa

BEKASI- Polres Metro (Polrestro) Bekasi Kota meraih penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) kategori penyelenggaraan pelayanan SIM dan SKCK 24 jam berkelanjutan terlama. Pelayanan pengurusan surat izin mengemudi (SIM) dan pembuatan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) dilakukan sejak 11 Juli 2018 lalu.

Selain itu, rekor MURI juga diberikan jajaran Polrestro Bekasi Kota kategori Polsubsektor Pekayon dan Mekarsari pertama yang keseluruhan baranggotakan Polwan. Setiap Polsubsekstor diisi oleh 15 personel Polwan.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

‎”Kami menerima penghargaan MURI untuk pelayanan 24 jam yang dilaksanakan terus menerus dan sudah dilakukan satu tahun lalu, ini akan terus menerus untuk pelayanan SIM dan SKCK. Lalu, ada dua Polsubsektor yang diisi Polwan semua,” ujar Kapolrestro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto, Rabu (10/7/2019).

Dia menjelaskan, sejak pelayanan 24 jam dibuka tahun lalu, pelayanan di Mapolrestro Bekasi Kota melayani masyarakat hingga 700 orang per hari, terutama di saat malam hari setelah warga pulang kantor.

“Ini kendala, kita kekurangan personel. Untuk melakukan pengaman kamtibmas saja anggota sudah kurang, ditambah pelayanan 24 jam, enggak bisa. Kita berdayakan kawan-kawan tiga pilar dalam bentuk pelatihan, hibah sarana dan prasarana dan front office yang tidak perlu dilakukan anggota Polri, dibantu oleh Pemkot misalnya bagian informasi, tidak perlu anggota polisi,” tuturnya.

Menurut Indarto, sinergi dengan tiga pilar yakni Kepolisian, TNI dan Pemkot Bekasi harus ditingkat ke depannya karena pelayanan yang diberikan untuk masyarakat Kota Bekasi. “Pemerintah Kota Bekasi juga mempunyai kewajiban membantu karena yang kita layani adalah masyarakat Kota Bekasi,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan situasi kamtibmas di Kota Bekasi relatif aman dan terkendala. Itu semua, berkat kinerja Kepolisian terutama dalam menjaga kondusifitas penyelenggaraan Pilpres dan Pileg lalu.

“Pelaksanaan Pileg dan Pilpres lalu hampir sempurna, hampir tidak ada satu gejolak, dan ini merupakan kesadaran dari kita bersama dan peran ‎aktif Polri dan tiga pilar. Kita bisa lihat juga, saat perayaan Hari Raya Lebaran, kondusifitas dan keamanannya, relatif tidak ada sesuatu yang luar biasa,” ujar Tri Adhianto.

Dia mengucapkan apresiasi kepada jajaran Polrestro Bekasi Kota yang telah bersinergi dengan tiga pilar, terlebih lagi saat ini telah melaksanakan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). (bams)

Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.

Exit mobile version