Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Yassierli, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan keterampilan tenaga kerja melalui program Pelatihan Vokasi Nasional. Memasuki batch kelima, program tersebut diikuti sekitar 14.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Hal itu disampaikan Yassierli dalam kegiatan pembekalan dan orientasi peserta Pelatihan Vokasi Nasional batch 5 yang digelar di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBVP) Bekasi , Jumat 16 Oktober 2026.
Dari total peserta tersebut, sekitar 500 hingga 600 orang mengikuti kegiatan secara langsung, sementara peserta lainnya mengikuti secara daring dari berbagai balai pelatihan vokasi, mulai dari Aceh hingga Jayapura.
Yassierli mengatakan, kegiatan pembekalan dan orientasi tersebut rutin dilaksanakan untuk memberikan motivasi sekaligus gambaran kepada peserta mengenai manfaat pelatihan vokasi dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Dalam kegiatan itu, sejumlah alumni juga membagikan pengalaman setelah mengikuti pelatihan. Mereka menceritakan keberhasilan mendapatkan pekerjaan dan mengembangkan kompetensi yang diperoleh selama mengikuti program tersebut.
“Harapan kita, mereka punya kompetensi dan keterampilan spesifik yang bisa menjadi bekal untuk bekerja atau berusaha,” ujar Yassierli dikutip Bekasiguide.com, Jumat 16 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, program pelatihan vokasi merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang kerja. Program ini terutama menyasar lulusan SMA dan SMK, tetapi tetap terbuka bagi kelompok masyarakat lainnya.
Menurutnya, pelatihan yang tersedia di berbagai balai dirancang agar peserta memiliki keterampilan sesuai bidang yang diminati dan kebutuhan dunia kerja.
Pemerintah juga terus berupaya meningkatkan penyerapan lulusan pelatihan ke industri. Saat ini, tingkat penyerapan peserta yang dapat langsung bekerja setelah mengikuti pelatihan diperkirakan baru mencapai 40 persen.
“Kita terus meningkatkan tingkat penyerapan hasil pelatihan ke industri. Kalau sekarang mungkin baru sampai 40 persen yang dilatih langsung bisa bekerja, tetapi target kita sampai 70 persen,” katanya.
Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan akan memperkuat kolaborasi dengan dunia industri, termasuk kawasan ekonomi khusus, kawasan industri, dan proyek strategis nasional. Selain itu, kurikulum pelatihan akan terus diperbarui agar sesuai dengan kebutuhan industri.
Yassierli juga menegaskan pentingnya memperluas penyebaran informasi mengenai program pelatihan vokasi agar semakin banyak masyarakat mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan.
Melalui program ini, pemerintah berharap para peserta tidak hanya memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri, tetapi juga mampu memanfaatkan kompetensi tersebut untuk memperoleh pekerjaan maupun membuka usaha secara mandiri.
