Qudwah Indonesia menghadirkan museum edukasi Palestina dalam rangka memperingati milad ke-9, Rabu (06/10/2026). Museum ini menjadi sarana untuk mengenalkan sejarah panjang pendudukan dan perjuangan rakyat Palestina sekaligus menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi kemanusiaan di Gaza.
Presiden Direktur Qudwah Indonesia, Lukman Hakim, mengatakan perjuangan rakyat Palestina perlu dipahami sebagai rangkaian sejarah panjang sejak 1948, bukan hanya sejak konflik memanas pada Oktober 2023.
Melalui museum tersebut, pengunjung dapat mempelajari perjalanan sejarah Palestina, termasuk gerakan Intifada pertama pada 1987. Berbagai replika dihadirkan untuk menggambarkan perjuangan rakyat Palestina dalam menghadapi pendudukan. Edukasi ini ditujukan bagi berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
“Kadang-kadang orang melihat Gaza terjadi karena serangan 7 Oktober 2023. Padahal, itu bagian dari rangkaian panjang pendudukan dan perlawanan rakyat Palestina,” kata Lukman dikutip bekasiguide.com, Rabu 14 Oktober 2026.
Ia menambahkan, hubungan Indonesia dan Palestina memiliki sejarah panjang. Dukungan tokoh-tokoh Palestina terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia menjadi salah satu alasan pentingnya menjaga solidaritas terhadap rakyat Palestina.
Di tengah kondisi kemanusiaan Gaza yang masih memprihatinkan, Qudwah Indonesia terus menyalurkan bantuan berupa air dan makanan tiga kali dalam sepekan. Upaya tersebut tetap dilakukan meski keterbatasan pasokan dan tingginya harga barang menjadi tantangan dalam memenuhi kebutuhan warga.
“Kami tidak pernah menahan donasi yang telah dititipkan kepada kami. Yang terpenting, saudara-saudara kita di Gaza bisa tetap hidup,” ujarnya.
Selain sejarah perjuangan, museum ini juga memperkenalkan kebudayaan Palestina melalui nasi maklubah, salah satu nasi khas Palestina. Hidangan tersebut memiliki cara penyajian unik, yakni nasi beserta bahan pelengkapnya dibalik dari wadah memasak ke piring sebelum disajikan.
Melalui museum ini, Lukman berharap masyarakat tidak hanya mengenal sejarah Palestina, tetapi juga memahami perjuangan dan kondisi kehidupan rakyatnya hingga saat ini.
“Kita ingin mengingat perjuangan mereka yang sangat panjang dan merefleksikan apa yang sudah kita lakukan untuk Palestina, khususnya Gaza,” tutupnya.
