Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyoroti penurunan indikator pelayanan publik berdasarkan hasil survei yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi. Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi seluruh perangkat daerah agar kualitas pelayanan kepada masyarakat terus ditingkatkan.
Tri menjelaskan, hasil survei tersebut mengukur kualitas pelayanan yang diberikan aparatur kepada masyarakat. Menurutnya, hasil itu harus dijadikan bahan introspeksi untuk memperbaiki kinerja pelayanan publik.
“Ini kan hasil survei pelayanan yang diberikan oleh kita. Ini menjadi bahan introspeksi. Oleh karena itu saya mendorong supaya ada komunikasi yang aktif antara operator dengan warga masyarakat,” ujar Tri dikutip Bekasiguide.com, Selasa 28 Juli 2026.
Ia mengatakan, evaluasi terhadap kinerja pelayanan dilakukan secara bertahap. Apabila ditemukan adanya penurunan nilai, Pemerintah Kota Bekasi akan segera memberikan perhatian dan pembinaan kepada perangkat daerah terkait.
“Ini bagian dari evaluasi yang saya lakukan secara bertahap. Kalau mulai ada penurunan, tentu akan saya ingatkan,” katanya.
Tri mengungkapkan, pada evaluasi sebelumnya seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) telah berhasil mencatatkan nilai pelayanan di atas 75. Namun, dalam tiga minggu terakhir, kondisi tersebut kembali berubah.
“Minggu lalu sudah tidak ada SKPD yang nilainya di bawah 75. Ternyata dalam tiga minggu ini ada lima SKPD yang nilainya kurang dari 75,” ungkapnya.
Meski demikian, Tri berharap seluruh SKPD dapat segera melakukan pembenahan sehingga kualitas pelayanan publik kembali meningkat dan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Pemerintah Kota Bekasi tetap terjaga.
