Politik

Evi Mafriningsianti Dorong Renovasi SDN Aren Jaya IV, Siap Kawal Realisasi Anggaran

Anggota DPRD Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti saat meninjau salah satu ruang kelas di SDN Aren Jaya IV pada Senin 27 Juli 2026.

DPRD Kota Bekasi mendorong percepatan renovasi total SDN Aren Jaya IV, Bekasi Timur, setelah menemukan sejumlah kerusakan bangunan yang dinilai membahayakan keselamatan siswa dan guru. Sekolah yang dibangun sejak 1985 itu hanya pernah mendapat renovasi ringan, sementara kondisi ruang kelas, plafon, hingga mebeler terus mengalami penurunan.

Anggota DPRD Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti, meninjau langsung kondisi sekolah dan berdialog dengan kepala sekolah serta para guru. Dari hasil kunjungan tersebut, ia menilai perbaikan bangunan sudah tidak bisa lagi ditunda.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Kami melihat ada ruang kelas yang harus segera diprioritaskan untuk diperbaiki. Plafonnya nyaris roboh dan tentu sangat membahayakan anak-anak,” kata Evi dikutip bekasiguide.com, Senin 27 Juli 2026.

Selain plafon yang rusak, Evi juga menyoroti kondisi meja dan kursi belajar yang sudah tidak layak digunakan. Menurutnya, kebutuhan sarana dan prasarana di SDN Aren Jaya IV harus masuk dalam daftar prioritas pemerintah daerah.

Ia memastikan usulan renovasi telah masuk dalam Rencana Kerja (Renja) Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan). Untuk kebutuhan mendesak, Evi berharap perbaikan dapat dilakukan melalui anggaran perubahan 2026.

“Kami akan dorong agar perbaikan yang sifatnya darurat bisa diprioritaskan di perubahan anggaran 2026,” ujarnya.

Sementara itu, pembangunan total sekolah direncanakan pada 2027. Disperkimtan memproyeksikan anggaran sekitar Rp4,23 miliar untuk pembangunan delapan ruang kelas baru (RKB) dua lantai.

“Saya siap mengawal agar pembangunan delapan ruang kelas dua lantai ini benar-benar direalisasikan pada 2027,” tegas Evi.

Menurutnya, usia bangunan yang telah mencapai sekitar empat dekade membuat renovasi total menjadi kebutuhan mendesak. Kondisi tersebut diperparah dengan banjir yang kerap merendam area sekolah sehingga mempercepat kerusakan bangunan.

“Nanti infrastruktur juga harus disiapkan agar dapat meminimalisir banjir sehingga bangunan lebih awet,” tambahnya.

Sementara itu, Guru Kelas 5A SDN Aren Jaya IV, Agus Cahyo D.A., mengatakan sekolah memang pernah memperoleh renovasi ringan. Namun, hingga kini belum pernah dilakukan renovasi menyeluruh meski sejumlah ruang sudah mengalami kerusakan.

“Renovasi ringan sudah pernah, tetapi renovasi total belum pernah dilakukan. Padahal banyak bagian bangunan yang sudah rusak,” ungkap Agus.

Ia mengungkapkan, rencana rehabilitasi untuk ruang kelas 6B dan ruang guru sebenarnya sempat diproses. Bahkan dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) telah ditandatangani, namun pelaksanaannya belum terealisasi.

“Harapan kami, prosesnya bisa dipercepat sehingga anak-anak bisa belajar dengan lebih aman dan nyaman,” katanya.

Agus juga menyebut tingginya minat masyarakat menyekolahkan anak di SDN Aren Jaya IV belum dapat diimbangi dengan ketersediaan sarana dan prasarana. Akibatnya, sekolah terpaksa membatasi jumlah peserta didik baru setiap tahun.

“Animo masyarakat sangat tinggi, tetapi keterbatasan ruang kelas dan fasilitas membuat kami belum bisa menampung semuanya,” pungkasnya.

Penulis: TonEditor: Bams
Exit mobile version