Warga menolak rencana penutupan perlintasan sebidang di Jalan Pangeran Jayakarta, belakang Grand Mall Bekasi, apabila tidak disertai solusi akses pengganti. Perlintasan tersebut dinilai menjadi jalur penting bagi aktivitas sehari-hari masyarakat sekitar.
Arman (bukan nama sebenarnya), salah satu warga setempat yang juga bertugas menjaga lintasan kereta api, mengatakan akses tersebut sudah digunakan warga sejak lama dan menjadi penghubung utama antarwilayah. Menurutnya, perlintasan itu bukan sekadar jalur kendaraan, tetapi juga menunjang aktivitas masyarakat.
“Ini dibuka supaya kampung tetap hidup. Dari dulu memang jalur warga,” kata Arman dikutip Bekasiguide.com, Rabu 27 Mei 2026.
Ia menjelaskan, banyak warga yang bergantung pada akses tersebut, mulai dari pelajar hingga ibu rumah tangga yang berbelanja ke pasar. Penutupan lintasan tanpa alternatif dinilai akan menyulitkan mobilitas masyarakat.
“Anak sekolah dari sana ke sini, dari sini ke sana. Ibu-ibu juga belanja ke pasar. Semua aksesnya di sini,” ujarnya.
Meski demikian, warga tidak menolak apabila pemerintah menyiapkan solusi yang jelas seperti pembangunan underpass, jembatan, atau flyover sebagai jalur pengganti.
“Kalau ditutup harus ada solusi. Minimal dibangun underpass, jembatan, atau flyover supaya akses jalan tetap aktif,” ucapnya.
Menurutnya, keberatan warga terhadap penutupan lintasan bukan tanpa alasan. Sebab, hilangnya akses tersebut dikhawatirkan berdampak pada aktivitas dan perekonomian masyarakat sekitar.
