PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana membangun tugu peringatan di lokasi kecelakaan KRL Stasiun Bekasi Timur sebagai bentuk penghormatan kepada para korban.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan konsep pembangunan tugu tersebut dan berharap mendapat dukungan dari berbagai pihak.
“Kami berencana membuat tugu di lokasi ini. Mohon dukungannya,” ujar Bobby dikutip Bekasiguide.com, Selasa 5 Mei 2026.
Menurutnya, tugu tersebut nantinya akan menjadi simbol penghormatan bagi para korban yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Selain itu, keberadaan tugu juga diharapkan menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya keselamatan di perlintasan kereta api.
KAI juga memastikan tetap memberikan pendampingan penuh kepada para korban dan keluarga, baik bagi yang meninggal dunia maupun yang masih menjalani perawatan.
Di sisi lain, KAI terus mendorong peningkatan aspek keselamatan, termasuk percepatan penutupan perlintasan sebidang yang tidak memenuhi standar, guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
