Pemerintah Kota Bekasi secara resmi melepas peserta program mudik gratis bagi warga pada momen Lebaran tahun 2026. Program tersebut diikuti sekitar 1.500 pemudik yang diberangkatkan menggunakan 27 bus menuju berbagai daerah seperti Purwokerto, Semarang, Yogyakarta, Solo, Madiun, Surabaya dan Malang.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, program mudik gratis merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk meringankan beban masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman.
“Ini adalah bentuk kepedulian Pemerintah Kota Bekasi untuk melayani warga masyarakat yang akan mudik, sehingga dapat meringankan beban mereka. Salah satu pengeluaran terbesar saat mudik adalah biaya transportasi,” kata Tri dikutip Bekasiguide.com, Minggu 15 Maret 2026.
Menurutnya, program tersebut juga bertujuan mengurangi risiko masyarakat mudik menggunakan sepeda motor yang dinilai kurang aman untuk perjalanan jauh.
Ia menyebut, berdasarkan pantauan arus mudik, sekitar 15 hingga 18 persen pemudik telah meninggalkan wilayah ibu kota dan daerah penyangga, termasuk Bekasi, Depok, dan Tangerang, melalui jalur Pantura.
Sebelum diberangkatkan, seluruh armada bus serta pengemudi dipastikan dalam kondisi layak jalan. Pemerintah Kota Bekasi juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para sopir untuk menjamin keselamatan perjalanan.
“Tadi sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 59 pengemudi. Setiap bus dioperasikan oleh dua pengemudi, dan untuk perjalanan jarak jauh ada juga pendamping,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan kesehatan tersebut, terdapat satu pengemudi yang teridentifikasi menderita diabetes melitus serta lima pengemudi dengan hipertensi.
Namun seluruhnya dalam kondisi terkontrol dan dinyatakan siap bertugas.
Tri menambahkan, keberangkatan pemudik sengaja dilakukan pada H-6 sebelum Lebaran agar perjalanan lebih nyaman dan tidak terjebak kepadatan arus mudik puncak.
“Kalau melihat peta lalu lintas hari ini, kondisinya masih biru atau lancar. Harapannya para pemudik bisa sampai di daerah tujuan dalam kondisi segar dan dapat berkumpul dengan keluarga dengan bahagia,” katanya.
Selain menyediakan transportasi gratis, pemerintah juga menyiapkan nasi kotak bagi para peserta mudik untuk bekal selama perjalanan.
Ke depan, Pemkot Bekasi berencana menambah jumlah armada mudik gratis jika kondisi keuangan daerah memungkinkan. Pasalnya, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi.
“Banyak harapan agar program ini berlanjut, bahkan ada permintaan penambahan armada dan tujuan kota. Tadi ada yang meminta tujuan ke Palembang, Lampung bahkan Medan,” kata Tri.
Namun untuk saat ini program mudik gratis masih difokuskan pada keberangkatan pemudik. Sementara untuk arus balik dinilai lebih sulit diorganisir karena jadwal kepulangan setiap pemudik berbeda-beda.
