Persoalan pengelolaan sampah di TPA Bantargebang kembali menjadi sorotan setelah sempat terjadi antrean panjang truk sampah hingga mencapai sekitar delapan kilometer. Kondisi tersebut terjadi setelah penutupan zona 4 di lokasi pembuangan akhir tersebut.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, penutupan zona tersebut berdampak pada berkurangnya kapasitas pembuangan sehingga truk sampah harus dialihkan ke zona lain yang masih beroperasi.
“Dengan ditutupnya zona 4 tentu ada kekurangan tempat untuk melakukan pembuangan. Belum lagi mobilisasi yang terhambat karena harus masuk ke zona 2 dan zona 3,” kata Tri dikutip Bekasiguide.com, Senin 16 Maret 2026.
Ia menjelaskan, pada hari-hari awal penerapan pengaturan baru, sempat terjadi penumpukan kendaraan pengangkut sampah hingga memicu antrean panjang. Kondisi itu dinilai berpotensi membahayakan keselamatan lalu lintas serta kesehatan masyarakat sekitar.
Selain menyebabkan kemacetan, antrean truk sampah juga menimbulkan persoalan lingkungan seperti air lindi yang menetes serta belatung yang jatuh dari kendaraan, sehingga memicu bau tidak sedap.
“Antrean sampai delapan kilometer tentu membahayakan dari sisi keselamatan berkendara dan juga kesehatan lingkungan,” ujarnya.
Pemerintah Kota Bekasi kemudian melakukan penataan dengan mengatur jam kedatangan truk sampah agar tidak datang secara bersamaan. Sistem tersebut diterapkan untuk meminimalkan antrean dan memperlancar proses pembuangan.
Tri mengakui pada hari pertama pengaturan sempat terjadi penolakan dari masyarakat karena distribusi teknis yang belum merata. Namun setelah dilakukan penyesuaian, kondisi di lapangan kini relatif lebih terkendali.
“Memang pada awalnya ada gejolak karena teknisnya belum terbagi secara merata. Tapi sekarang alhamdulillah sudah relatif tidak ada lagi antrean panjang,” katanya.
Selain pengaturan jadwal kedatangan, pemerintah juga mempertimbangkan berbagai skenario untuk mengantisipasi keterbatasan kapasitas pembuangan di Bantargebang.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disebut tengah menyiapkan langkah tambahan, salah satunya dengan rencana penambahan lahan sekitar sembilan hektare untuk mendukung operasional pengelolaan sampah di kawasan tersebut.
