Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan pola pembangunan yang selama ini bersifat top down atau hanya menunggu instruksi dari pemerintah kini telah berakhir.
Menurutnya, masyarakat Bekasi kini menjadi penggerak utama pembangunan daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Tri usai memimpin apel besar di Alun-alun M. Hasibuan, Bekasi Timur, Selasa (10/3/2026).
Ia menyebut semangat gotong royong warga menjadi kekuatan utama dalam pembangunan Kota Bekasi.
Tri menyoroti peran pengurus Rukun Warga (RW) yang kini semakin strategis melalui program Lingkar Keren. Menurutnya, RW tidak lagi sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembangunan di lingkungan.
“RW sekarang terlibat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan program di lapangan,” kata Tri dikutip bekasiguide.com, Senin 10 Maret 2026.
Ia menambahkan, masyarakat tidak lagi sekadar menjadi penerima hasil pembangunan, melainkan ikut merencanakan dan menggerakkan program di wilayahnya.
“Mereka sudah menjadi subjek sekaligus objek pembangunan. Pemerintah hanya menggelorakan, tetapi masyarakatlah yang bergerak,” ujarnya.
Tri juga menegaskan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kini dijalankan lebih partisipatif untuk menampung kebutuhan masyarakat di tingkat lingkungan.
Meski sejumlah capaian telah diraih, ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait penataan infrastruktur, banjir, dan kemacetan.
“Sudah banyak capaian yang kami raih, namun tentu masih banyak pekerjaan rumah yang harus kami selesaikan bersama,” pungkasnya.
