Warga Perumahan Pondok Mitra Lestari, Kota Bekasi, menggelar aksi damai menuntut pemerintah segera menyelesaikan pembangunan tanggul yang belum rampung, menyusul banjir berulang yang telah merendam permukiman mereka selama bertahun-tahun, Minggu 15 Februari 2026.
Ketua RW 013 Perumahan Pondok Mitra Lestari, Muhammad Fabil, mengaku kecewa terhadap pemerintah pusat maupun daerah yang dinilai belum serius menangani persoalan banjir.
“Setahun banjir, banjir kemarin belum juga diapa-apain. Terkesan saling lempar tanggung jawab. Pemda lempar ke sana, lempar ke wali kota. Tidak boleh begitu,” ujarnya dikutip Bekasiguide.com, Minggu 15 Februari 2026.
Fabil menegaskan, tuntutan utama warga adalah penyelesaian pembangunan tanggul yang belum rampung sekitar 300 meter. Menurutnya, proyek tanggul yang dibangun sejak 2018 terhenti karena persoalan lahan dan hingga kini belum dilanjutkan.
“Kalau 300 meter itu dibangun dan diperkuat, insya Allah aman. Jangan sampai nunggu korban. Ini bisa jadi tragedi kemanusiaan,” katanya.
Ia menyebut banjir terparah terjadi pada tahun 2025 lalu dengan ketinggian mencapai 2,5 meter dan merendam seluruh wilayah perumahan. Sekitar seribu kepala keluarga terdampak, dengan air baru surut hampir sepekan.
“Rumah saya 2,5 meter. Mobil sampai terendam, motor juga. Hampir seminggu baru surut,” ungkapnya.
Fabil juga mengaku pihak RW telah melakukan berbagai upaya, termasuk audiensi ke sejumlah instansi seperti BWSCC, PUPR, hingga PMD. Namun, menurutnya, belum ada realisasi nyata di lapangan.
“Katanya dana sudah ada, tapi kenapa tidak segera dieksekusi? Jangan hanya lip service. Ini negara, pemerintah punya otoritas, harusnya bisa menyelesaikan,” tegasnya.
Warga berharap pemerintah segera menyelesaikan pembangunan tanggul secara menyeluruh, meski dilakukan secara multi-year, agar banjir tak lagi menghantui Perumahan Pondok Mitra Lestari.
