Peristiwa

Mayat Bayi Perempuan Mengambang di Kali Jaticempaka, Warga Geger

Petugas kepolisian bersama tim identifikasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) usai penemuan jasad bayi berjenis kelamin perempuan yang mengambang di aliran kali di Jalan Bina Siswa RT 005/011, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi,

Warga Jalan Bina Siswa RT 005/011, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, digegerkan dengan penemuan mayat bayi berjenis kelamin perempuan yang mengambang di aliran kali, Rabu 11 Februari 2026.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah warga menerima laporan dari anak-anak yang melihat sosok menyerupai bayi mengambang di pinggir kali sekitar pukul 14.30 WIB. Laporan itu kemudian diteruskan ke pihak kepolisian.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Kasi Humas Polres Metro Bekasi Kota, AKP Suparyono, membenarkan adanya penemuan tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula saat seorang ibu memberitahukan bahwa anak-anak yang bermain di sekitar kali melihat sesuatu seperti bayi mengambang di air.

“Benar, pada Rabu sore kami menerima laporan adanya penemuan mayat bayi berjenis kelamin perempuan yang mengambang di kali wilayah Jaticempaka. Saat ini jasad bayi sudah dibawa ke RS Polri untuk proses identifikasi dan pemeriksaan medis,” ujarnya dikutip Bekasiguide.com, Kamis 12 Februari 2026.

Ia menambahkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab kematian serta mencari pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

“Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kami juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian ini agar segera melapor ke pihak kepolisian,” tambahnya.

Peristiwa

“Kami dapat laporan dari warga bahwasannya terjadi peristiwa pembunuhan suami istri. Untuk korban laki-laki meninggal dunia, sedangkan korban perempuan masih kritis di rumah sakit. Kita doakan yang terbaik untuk keluarga korban,” ujar Andi dikutip Bekasiguide.com, Senin 2 Maret 2026.

Peristiwa

“Intinya kejadian tersebut memang benar adanya. Kami mohon maaf kepada seluruh konsumen karena memang terjadi campuran air pada bahan bakar. Dari pihak SPBU kami sudah bertanggung jawab dan seluruh kendaraan terdampak sudah kami tangani,” ujar Ragil dikutip Bekasiguide.com, Minggu 1 Maret 2026.

Exit mobile version