Peristiwa

Ratusan Sopir Angkot Bekasi Demo Tolak Operasional TransBeken

Ratusan sopir angkot di Kota Bekasi menggelar aksi unjuk rasa menolak beroperasinya angkutan baru TransBeken di Jalan Ahmad Yani, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan pada Selasa 10 Februari 2026.

Aksi ini dipicu kekhawatiran sopir angkot terhadap penurunan pendapatan akibat trayek TransBeken yang dinilai tumpang tindih dengan jalur angkot eksisting.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Para sopir dari sejumlah trayek, di antaranya angkot 25, 11, 07, 10, hingga 30, menyampaikan penolakan secara terbuka. Mereka menyebut kehadiran TransBeken telah memangkas pendapatan harian yang selama ini sudah sulit didapatkan di tengah persaingan transportasi.

Salah satu sopir angkot, Gani, mengaku penghasilan sopir angkot saat ini jauh dari kata cukup. Ia mengatakan, sebelum adanya TransBeken, pendapatan harian sudah tidak menentu, bahkan kerap tidak mencapai Rp50 ribu per hari.

“Kami cari makan dari ribuan rupiah, bukan ratusan ribu. Sekarang makin susah,” ujarnya dikutip Bekasiguide.com, Selasa 10 Februari 2026.

Gani menambahkan, mayoritas sopir angkot merupakan tulang punggung keluarga. Menurutnya, kebijakan transportasi seharusnya tidak mematikan mata pencaharian yang sudah ada.

“Kami bukan maling, kami cuma mau makan. Anak istri kami di rumah butuh nafkah,” katanya.

Para sopir juga mengeluhkan minimnya sosialisasi sebelum TransBeken diluncurkan. Mereka mengaku tidak pernah diajak berdialog atau diberi penjelasan terkait rute dan dampak ke angkot.

“Tahu-tahu mau launching, tahu-tahu sudah jalan,” keluh Gani.

Dalam aksinya, sopir angkot meminta pemerintah daerah menghentikan sementara operasional TransBeken dan membuka ruang dialog bersama. Mereka berharap ada solusi, seperti penyesuaian rute atau pemberdayaan sopir angkot agar tidak tersisih oleh angkutan baru.

Sopir angkot menegaskan aksi ini merupakan bentuk perjuangan rakyat kecil untuk mempertahankan sumber penghidupan. Jika tidak ada respons dari pemerintah, mereka mengancam akan melanjutkan aksi lanjutan, termasuk mogok massal armada angkot di sejumlah wilayah Bekasi.

Peristiwa

“Benar, pada Rabu sore kami menerima laporan adanya penemuan mayat bayi berjenis kelamin perempuan yang mengambang di kali wilayah Jaticempaka. Saat ini jasad bayi sudah dibawa ke RS Polri untuk proses identifikasi dan pemeriksaan medis,” ujarnya dikutip Bekasiguide.com, 

Exit mobile version