Berita

FGD Ekonomi Syariah, “Pinjol harus Ditangani Bersama”

Gelar diskusi perekonomian syariah menyasar efek maraknya pinjaman online (Pinjol. “Aktifitas Perekonomian syariah harus menjangkau masyarakat sampai tingkat bawah,” kata Hidayat Tri S.

Hidayat yang juga panitia Forum Grup Diskusi (FGD tersebut menyebut kondisi masyarakat saat ini sudah dibilang akrab dengan Pinjol. Di bagian lain mereka terpaksa meminjam karena tidak ada jalan keluar permasalahan keuangannya.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Sehingga jangkauan dan peran nyata harus sampai kepada mereka,” katanya dikutip bekasiguide.com, Kamis, 20 November 2025.

FGD yang diselenggarakan oleh Lembaga Amil Zakat Ucare Indonesia, Masyarakat Ekonomi Syariah Kota Bekasi, dan Majelis Ulama Indonesia Kota Bekasi ini muncul sebagai respons atas maraknya praktik pinjaman ribawi, pinjaman online (pinjol) ilegal, dan rentenir yang meresahkan masyarakat Kota Bekasi.

FGD bertema “Penguatan Ekosistem Keuangan Syariah dalam Mengatasi Maraknya Pinjaman Ribawi, Pinjol, dan Rentenir” bertujuan untuk menemukan solusi konkret dan aplikatif dengan menjadikan lembaga zakat dan keuangan syariah sebagai tulang punggung pemberdayaan ekonomi umat.

Pemerintah Kota Bekasi menyambut positif inisiatif ini dan berkomitmen untuk mendukung penuh penguatan ekosistem keuangan syariah, dengan harapan dapat mewujudkan masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan terbebas dari pinjaman ribawi.

Ada beberapa catatan dalam FGD ini yang menjadi wujud Gerakan Umat Islam Kota Bekasi untuk mengatasi maraknya pinjaman ribawi, pinjol, dan rentenir.

Berbagai elemen dalam FGD ini berkomitmen untuk mengatasi maraknya pinjaman ribawi, pinjol, dan rentenir termasuk arahan bagi berbagai inisiatif yang dilakukan dalam bentuk konsorsium.

HARUS SAMPAI BAWAH

KH. Syaifuddin Sirod, Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi menyebutkan peran nyata semua elemen ini sangat penting. Bukan hanya lembaga ekonomi syariah, tetapi juga lembaga atau masyarakat di level bawah harus peduli. Termasuk, kalangan pendakwah atau lainnya.

“Mereka butuh. Dan kita -maaf- belum bisa menjangkau sampai di leve bawah. Kegiatan syariah hanya sampai di level daerah,” katanya.

Ketua Dewan Pakar MES Kota Bekasi, H. Siswadi, mengatakan diperlukan kolaborasi yang kuat antar umat Islam di Kota Bekasi untuk melakukan inisiatif serta mendukung kebijakan nyata. Kebijakan ini juga harus riil bertujuan mengatasi maraknya pinjaman ribawi, pinjol, dan rentenir melalui kemitraan.

Di tataran peraturan daerah diperlukan terbitnya Perda tentang Penguatan Ekosistem Keuangan Syariah. Juga perlu menyelenggarakan sosialisasi, edukasi, dan literasi ekonomi syariah yang menjangkau masyarakat luas, termasuk mereka yang belum terjerat pinjaman online, sebagai upaya preventif.

Kolaborasi Umat Muslim yang kuat nantinya juga diharapkan bisa mengembangkan pusat bisnis syariah (Sharia Business Center) yang didukung infrastruktur digital. Memanfaatkan zakat produktif sebagai alternatif pembiayaan halal untuk melindungi masyarakat dari jeratan pinjaman ribawi, pinjol ilegal, dan rentenir.

Berita

“Kita ingin bagaimana nanti LASQI masuk ke sekolah-sekolah. Memberikan edukasi tentang seni budaya Islam melalui qasidah dan marawis, agar anak-anak sekolah bisa seni qasidah. Saya yakin anak-anak kita itu punya talenta yang bagus. Ya, mungkin dari SMP, SMA, dan sederajatnya nanti,” kata Gus Shol kepada awak media, Sabtu 25 April 2026.

Berita

“Mulai dari pergantian seprai, handuk, hingga penyediaan amenities sudah kami siapkan. Kami siap menerima kedatangan jemaah pertama besok pukul 07.10 WIB, dengan keberangkatan sekitar pukul 14.10 WIB,” ujar Kania dikutip Bekasiguide.com, Senin 20 April 2026.

Berita

“Kami percaya bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, dapat memberikan dampak besar bagi sesama. Melalui Jumat Berbagi Saling Menguatkan, kami ingin menyapa masyarakat secara langsung dan memberikan dukungan nyata. Semoga aksi ini terus menjadi energi positif bagi kita semua,” ungkap Firman, Jumat 17 April 2026.

Berita

“Kami berupaya menjadikan cahaya listrik tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga membawa semangat baru bagi masyarakat untuk hidup lebih baik. Energi listrik adalah salah satu sumber kehidupan yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan aktivitas ekonomi keluarga penerima manfaat,” ujar Firman lewat keterangan resminya dikutip bekasiguide.com pada Jumat 17 April 2026.

Exit mobile version