Peristiwa

Cegah Penularan Rabies, Ratusan Hewan Peliharaan Ikuti Vaksinasi

Vaksinasi Rabies Gratis Untuk Hewan Dilaksanakan di Perumahan Taman Kota Bekasi Timur

Ratusan warga Kota Bekasi antusias membawa hewan peliharaannya (kucing dan anjing) untuk mendapatkan vaksinasi rabies gratis dalam kegiatan sosial yang diadakan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi di Perumahan Taman Kota, Kelurahan Bekaai Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Kamis 30 Oktober 2025.

Kegiatan vaksinasi tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kota Bekasi dalam menjalankan program Pulau Jawa Bebas Rabies tahun 2029. Selain vaksin rabies, turut dilaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis dan pemberian vitamin bagi hewan peliharaan.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Dokter Hewan DKPPP Kota Bekasi, Laili mengatakan kegiatan posyandu hewan ini menjadi kegiatan rutin untuk mencegah adanya penularan kasus virus rabies dari hewan ke manusia.

“Jadi memang kita rutin melakukan itu setiap tahun. Targetnya adalah untuk melakukan vaksinasi rabies kepada Hewan Penular Rabies. Nah, hewan penular rabies itu kategorinya adalah ada berjenis anjing, kucing, kemudian kera, musang. Salah satunya itu,” kata Laili dikutip Bekasiguide.com, Kamis 30 Oktober 2025.

Dalam kegiatan ini, tim kedokteran hewan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi melayani sekitar 150 hewan peliharaan milik masyarakat.

“Kalau setiap kecamatan kami memberikan kuota 150 ekor,” jelas Laili.

Pemerintah Kota Bekasi berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan Puskeswan dengan maksimal. Diharapkan, masyarakat juga membawa hewan peliharaan untuk melakukan vaksin guna mencegah dari penularan rabies.

“Harapan dan sarannya mungkin lebih ke rasa kepedulian pemilik hewan ya, untuk hewan-hewan terutama adalah yang masuk kategori hewan penular rabies agar bisa rutin melakukan vaksinasi rabies setiap tahun satu kali,” tutupnya.

 

 

 

 

 

 

Peristiwa

“Keresahan utama kami, masa di ruko tempat tinggal dan tempat usaha sendiri harus bayar parkir per jam? Kalau diterapkan, UMKM di sini bisa mati karena pembeli dan logistik pasti malas datang. Masalah ini tidak kunjung ada solusi karena dalam aksi pertama dan kedua hari ini, pihak manajemen selalu mangkir dan menolak menemui kami,” ujar Daniel di lokasi aksi dikutip bekasiguide.com, Kamis 21 Mei 2026.

Exit mobile version