Metropolitan

Waspada Penipuan Berkedok Aktivasi IKD, Disdukcapil Kota Bekasi Imbau Masyarakat Tidak Asal Bagikan Data Pribadi

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi, Taufik R. Hidayat

Program aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang tengah digencarkan pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), kini menjadi sasaran empuk pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk mencuri data pribadi masyarakat.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi, Taufik R. Hidayat, mengingatkan warga agar waspada terhadap maraknya aksi penipuan yang mengatasnamakan petugas Dukcapil, khususnya lewat modus scamming dan phishing.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Melalui Permendagri Nomor 72 Tahun 2022, Kemendagri menargetkan 30 persen dari warga wajib e-KTP di seluruh Indonesia mengaktifkan IKD tahun ini. Namun, ada pihak-pihak yang memanfaatkan momentum ini untuk mengakses data pribadi warga secara ilegal,” ujar Taufik, Kamis, 07 Agustus 2025.

Taufik menegaskan, seluruh layanan Disdukcapil bersifat pasif, di mana warga harus lebih dulu mengajukan permohonan layanan. Petugas resmi tidak pernah menghubungi masyarakat secara pribadi melalui pesan singkat atau WhatsApp.

“Jika ada yang mengaku petugas Dukcapil lalu meminta kode OTP atau dokumen pribadi, itu pasti penipuan. Jangan ditanggapi. Segera blokir dan laporkan ke 168, call center resmi Dukcapil Kemendagri,” tegasnya.

Upaya antisipasi, lanjut Taufik, telah dilakukan sejak Mei hingga Juli 2025 melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk media sosial. Namun, tren penipuan masih cukup tinggi.

“Hampir tiap minggu kami menerima laporan dengan modus serupa. Untungnya, banyak warga yang melapor lebih dulu sebelum menjadi korban,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk langsung menghubungi WA Center resmi Disdukcapil Kota Bekasi apabila menemukan aktivitas mencurigakan.

“Beberapa laporan bisa langsung kami tangani karena masyarakat cepat melapor. Penipuan bisa dicegah, asal warga tidak panik dan langsung menghubungi kanal resmi,” tambah Taufik.

Disdukcapil Kota Bekasi juga telah melaporkan maraknya aduan ini ke Dirjen Dukcapil sebagai pemegang otoritas aplikasi IKD secara nasional. Koordinasi dengan Bareskrim Polri pun telah dilakukan guna menindaklanjuti penyalahgunaan data.

“Kami berharap masyarakat lebih kritis dan tidak asal membagikan informasi pribadi. Perlindungan data adalah tanggung jawab bersama,” tandasnya.

Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.

Exit mobile version