Metropolitan

Kota Bekasi Cetak Sejarah: 56 Koperasi Merah Putih Resmi Berdiri, Siap Gerakkan Ekonomi Rakyat

Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Kota Bekasi, Rita Hartati. (Photo : Istimewa)

Pemerintah Kota Bekasi terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi rakyat. Terbukti, hingga 30 Juni 2025, sebanyak 56 Koperasi Merah Putih di tingkat kelurahan telah resmi berdiri dan mengantongi badan hukum.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Kota Bekasi, Rita Hartati, yang mengapresiasi antusiasme dan sinergi semua pihak dalam mewujudkan inisiatif ini.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Sebanyak 56 koperasi Kelurahan Merah Putih sudah terbentuk dan telah mengantongi badan hukum,” ungkap Rita dikutip pada Selasa, 15 Juli 2025.

Langkah strategis ini mulai bergulir sejak Mei 2025, diawali dengan penyerahan akta notaris dan SK Kemenkumham kepada Koperasi Merah Putih Kelurahan Kayuringin Jaya pada 26 Mei lalu. Peristiwa bersejarah itu turut disaksikan Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe.

Gerakkan Ekonomi dari Bawah, Sesuai Amanat Presiden
Rita menjelaskan bahwa koperasi-koperasi ini akan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus solusi konkret peningkatan kesejahteraan warga di tingkat kelurahan.

“Ini adalah implementasi nyata dari amanat Presiden untuk membangun ekonomi dari bawah melalui koperasi,” tegasnya.

Program ini juga sejalan dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto yang menjadikan koperasi sebagai pilar utama pembangunan ekonomi rakyat di era pemerintahannya.

Bekasi Jadi Daerah Responsif, Siap Sambut Peresmian Nasional
Dengan pembentukan koperasi yang begitu cepat dan masif, Kota Bekasi kini masuk dalam daftar daerah yang paling responsif dalam mendukung kebijakan nasional ini.

Adapun peresmian operasional Koperasi Merah Putih secara nasional dijadwalkan berlangsung pada 21 Juli 2025 di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dan akan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo.

Kehadiran 56 koperasi di Kota Bekasi bukan hanya capaian administratif, melainkan awal dari transformasi ekonomi berbasis komunitas. Selanjutnya, koperasi-koperasi ini diharapkan segera menggulirkan program-program strategis untuk mendukung UMKM lokal dan meningkatkan kesejahteraan warga. (Adv)

Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.

Exit mobile version