Metropolitan

Dinkes Jabar Rekomendasikan Perpanjangan Ijin Operasional RSUD CAM

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kunjungan kerja ke RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (RSUD CAM) Kota Bekasi visitasi perpanjangan ijin operasional rumah sakit.

Rombongan visitasi diterima langsung oleh Wakil Direktur Pelayanan Medis RSUD CAM Dr. dr. Ellya Niken Prastiwi, MKM., MARS yang akrab disapa dr. Niken dan Wakil Direktur Umum dan Keuangan Yuli Swastiawati, S.H., M.Si di ruang rapat Wakil Direktur Umum dan Keuangan.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

dr. Niken mengungkapkan, Ijin Operasional RSUD CAM habis tahun ini, tepatnya 27 Juli 2025 mendatang sehingga perlu diperpanjang sebagai dasar hukum untuk rumah sakit dalam menjalankan berbagai aktivitas pelayanan kesehatan untuk 5 tahun kedepan.

“Enam bulan sebelum masa berlaku ijin operasional berakhir kami sudah mengajukan perpanjangan ijin operasional melalui OSS (Online Single Submission) sistem perijinan terintegrasi, karena RSUD CAM ini kelas B, maka yang mengeluarkan izin dari Pemerintah Daerah Provinsi”, terangnya dikutip, Rabu, 14 Mei 2025.

dr. Niken mengatakan, Dinas Kesehatan dan DPMTSP provinsi Jawa Barat melakukan visitasi guna meninjau langsung kesesuaian data OSS dan lapangan.

“Pengecekan yang dilakukan oleh Dinkes Provinsi Jabar dan DPMPTSP Provinsi Jabar terdiri dari 4 aspek penilaian yaitu Aspek Pelayanan, Aspek Sumber Daya Manusia, Aspek Peralatan, dan Aspek Sarana Prasarana”, jelasnya.

“Dari 4 aspek tersebut dilakukan verifikasi berupa pengecekan dokumen dan pengecekan lapangan ke berbagai layanan, unit penunjang layanan hingga pengelolaan limbah yang dihasilkan rumah sakit”, sambungnya.

“Alhamdullilah hasil dari visitasi, tim memberikan rekomendasi untuk bisa diproses lanjut perpanjangan ijin operasional RSUD CAM sesuai ketentuan yang berlaku”, tutupnya.

Untuk diketahui surveyor yang terjun dalam kegiatan visitasi ini dari Dinas Kesehatan Provinsi Jabar sebanyak 4 orang yang di dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Provinsi Jabar drg. Yus Ruseno, MSc. PH, dan dari DPMPTSP Provinsi Jabar sebanyak 2 orang, serta Didampingi pula oleh 2 orang dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi. (Advertorial)

Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.

Exit mobile version