MetropolitanPeristiwa

Polres Metro Bekasi Kota Belum Terapkan E-TLE

Polres Metro Bekasi Kota hingga kini belum menerapkan sistem tilang elektronik atau E-TLE sesuai dengan ketentuan.

Kasubid Bin Ops Satlantas Polres Metro Bekasi Kota AKP Devi Sumardiono mengatakan bahwa pihaknya masih mengalami kendala dengan pengadaan perangkat lunak sistem elektronik yang diketahui masih bersifat terbatas.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Kalau penerapan E-tle belum ada, tapi kita sudah coba koordinasi ke Korlantas belum dikasihkan (alatnya) ke kota Bekasi, sementara masih manual, itu kan terbatas (alatnya),” katanya dikutip Bekasiguide.com, Selasa 21 Januari 2025.

Devi menyatakan, bahwa pengadaan perangkat lunak sistem tilang elektronik ini akan diadakan secara bertahap. Pihaknya juga telah melakukan pengajuan ke Korlantas Polri namun hingga saat ini belum diberikan.

“Nanti sambil koordinasi dengan Korlantas, tapi rencana tahun ini tapi belum ada kabar lagi, saat ini kan awal Januari ya, mungkin Korlantas lagi proses pengadaan atau apa kita belum dapat informasi nya,” jelasnya.

Meskipun begitu, pihak kepolisian akan tetap melakukan imbauan ke para pengendara lalu lintas di jalan untuk mengantisipasi mereka melakukan pelanggaran.

“Di titik Rawan ini jalan Ahmad Yani mulai dari Pekayon sampai Summarecon itu kami melakukan pengaturan aja, dan kami memberikan imbauan aja jika mereka melakukan pelanggaran, lalu kami berikan edukasi kalau pelanggaran jangan diulangi lagi,” tutupnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Peristiwa

“Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membagi personel menjadi tiga SRU. SRU pertama menggunakan perahu karet dan SRU kedua menggunakan perahu rafting, masing-masing melakukan penyisiran sejauh 200 meter dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU ketiga melakukan pencarian secara visual melalui jalur darat dengan area penyisiran hingga satu kilometer dari titik lokasi kejadian,” ujar Bobby dikutip Bekasiguide.com, Jumat 16 Oktober 2026.

Peristiwa

“Dalam kejadian tersebut, AZ diduga menodongkan pistol jenis airgun kepada korban sambil berkata, “Serahin handphonenya.”pelaku kemudian melepaskan satu kali tembakan ke arah atas sebelum meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Korban sempat mengejar para pelaku sambil berteriak meminta pertolongan,” jelas Kapolres dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.

Peristiwa

“PUSPAGA Kota Bekasi memiliki komitmen yang kuat dalam perlindungan korban dan saksi. Kami sebenarnya sudah menyiapkan skema pencegahan dini, baik terkait kebutuhan psikologis maupun perlindungan hukum,” kata Resa dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.

Exit mobile version