Peristiwa

Pemkab Bekasi Tetapkan Masa Transisi Kekeringan

Pengerukan sedimen lumpur di salah satu sungai di Kabupaten Bekasi.

Pemerintah Kabupaten Bekasi menurunkan status Tanggap Darurat Bencana (TDB) kekeringan menjadi masa transisi mulai Jumat 27 September hingga 10 Oktober 2024 mendatang. Penetapan status masa transisi ini diputuskan dari hasil rapat evaluasi penanganan bencana kekeringan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriyadi mengatakan selama hampir satu bulan penanganan bencana kekeringan telah menuai hasil yang signifikan. Seperti distribusi air bersih yang masif dan normalisasi sungai yang telah membuat pasokan air mengalir ke area persawahan warga.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Wilayah terdampak kekeringan sudah mulai berkurang, saat ini hanya tersisa 8 kecamatan. Begitu pun lahan pertanian yang sebagian besar para petani sudah bisa bercocok tanam,” ucap Dodi di Cikarang Pusat, Jumat, 27 September 2024.

Sementara, Pj Bupati Bekasi Dedy Supriyadi mengungkapkan pada masa transisi ini, pihaknya akan terus melakukan monitoring dan mengevaluasi setiap kegiatan normalisasi. Dedy menghimbau agar masyarakat dapat saling menjaga kebersihan sungai yang telah dinormalisasi.

“Capaian normalisasi sudah sangat signifikan. Ini berkat kerjasama antar OPD. Dan kita akan tetap mengevaluasi memonitoring kegiatan penanganan yang belum selesai,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Bekasi, Hudaya mencatat dalam penanganan bencana kekeringan ini, Pemkab Bekasi telah menelan biaya Rp11,5 miliar yang berasal dari Biaya Tak Terduga (BTT).

Pembiayaan itu digelontorkan sejak penetapan status Tanggap Darurat Bencana (TDB) kekeringan 30 Agustus lalu yang sebagian besar anggaran diserap untuk normalisasi sungai.

“Anggaran yang diajukan sebesar Rp13,4 miliar dalam tiga tahap. Namun, hanya terpakai Rp11,5 miliar, sedangkan Rp1,9 miliar dikembalikan ke kas daerah umum,” tandasnya.

Peristiwa

“Tentunya kami sangat prihatin dan turut berdukacita kepada keluarga korban. Ada dua orang yang meninggal dunia. Namun alhamdulillah, sore ini kami sudah mengamankan empat orang yang diduga sebagai pelaku. Untuk motifnya masih kami pelajari,” kata Kusumo kepada wartawan, Sabtu 20 Juni 2026. 

Peristiwa

“MKJ diketahui oleh ibunya sedang membuka lemari dan diduga mengambil BPKB sepeda motor yang ada di dalamnya. Setelah itu, tanpa alasan yang jelas, pelaku menyampaikan kepada orang tuanya bahwa ia akan pergi sambil membawa dua anaknya menggunakan sepeda motor tersebut,” ungkapnya. 

Exit mobile version