Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Esai

Rotasi AKD DPRD, Kebersamaan dan Kepentingan Rakyat Bekasi

×

Rotasi AKD DPRD, Kebersamaan dan Kepentingan Rakyat Bekasi

Sebarkan artikel ini

Hari ini kita akan menyaksikan partai politik mana di kota Bekasi yang menjaga amanah rakyat demi kepentingan warga bekasi atau egoisme partai menguasai kepentingan kelompoknya.

Pagi ini (6/4) DPRD Kota Bekasi akan melakukan perubahan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), skenario kocok ulang posisi dan lobi politik berdinamika sejak beberapa hari lalu.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Siapa meninggalkan siapa dan bagaimana peran eksekutif memainkan posisinya dalam lembaga legislatif. Ditengah kondisi Kota Bekasi yang tidak sedang baik-baik saja pasca OTT Wali Kota Bekasi, peran partai politik yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat sangat dibutuhkan.

Membangun kota bekasi yang plural tentu dibutuhkan kesadaran bersama untuk menjaga kondusifitas agar berjalan maksimal, saling pengertian dan pemahaman yang sama terhadap kecintaan dan rasa memiliki terhadap Kota Bekasi.

Bagaimana mungkin pembangunan kota Bekasi dapat terealisasi dengan baik apabila seribu orang membangun, tapi ada satu orang merusaknya.

Narasi meninggalkan yang ramai terdengung dikalangan aktifis Bekasi saat ini cukup santer terdengar, saya membayangkan jika sampai partai pemenang pemilu 2019 PKS yang memiliki hak menjadi ketua DPRD ditinggalkan atau partai penguasa eksekutif PDIP dengan kursi 12, kursi yang sama meninggalkan, tentu akan berkonsekuensi pada stabilitas politik di Kota Bekasi.

Kebersamaan dan menghilangkan egoisme menjadi kunci sukses pembangunan, perubahan AKD di tubuh DPRD Kota Bekasi beberapa saat kedepan akan menunjukan rakyat yang menang dengan kedewasaan politisi bekasi membangun kebersamaan atau egoisme politikus yang mengorbankan kepentingan warga Bekasi.

Oleh : Deni Ardini

(Sekretaris KNPI Kota Bekasi)

Example 120x600
Esai

Karena itu, pertobatan ekologis menjadi semakin relevan mengingat persoalan banjir dan longsor belakangan ini sebagai akibat pengingkaran atau penyangkalan terhadap eksistensi dan signifikansi bumi dan alam. Ini tidak terbatas pada terjadinya bencana alam berupa tanah longsor, banjir, dan mungkin kedepan muncul prahara kekeringan.

Esai

Seluruh aktivitas nyaris mati gaya, dan warga yang tajir melintir maupun yang melarat “keciprat,” merasakan derita yang sama; tak berdaya seraya berdoa dan berharap hujan segera

Esai

Kita juga perlu mengatasi “Viral Culture” dalam politik, sebab krisis moral demokrasi juga disebabkan oleh budaya politik yang hanya mengejar viralitas, bukan substansi.

Esai

Folder harus mencerminkan semangat kolaborasi, bukan kompetisi tidak sehat. UMKM besar maupun UMKM pemula harus memiliki kesempatan yang sama untuk tampil. Jika ruang hanya diberikan kepada mereka yang “punya akses”, maka folder tidak lagi menjadi ruang publik melainkan ruang komersial milik sekelompok orang.

Esai

Pemanfaatan folder sebagai ruang wisata, olahraga, dan UMKM memiliki banyak peluang, namun juga memiliki risiko. Karena itu, setiap langkah harus disusun melalui kajian detail: keamanan, ketertiban, dampak lingkungan, manajemen keramaian, hingga regulasi pemanfaatan UMKM agar tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu.