Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Peristiwa

Korban Tewas Longsor Sampah TPST Bantargebang Bertambah Jadi Lima Orang

×

Korban Tewas Longsor Sampah TPST Bantargebang Bertambah Jadi Lima Orang

Sebarkan artikel ini
Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian korban longsor sampah di TPST Bantargebang. (Photo : IST)

Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban meninggal dunia dalam proses pencarian korban longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Senin (9/3/2026). Dengan temuan tersebut, total korban tewas dalam peristiwa longsor itu bertambah menjadi lima orang.

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengatakan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area yang disebut sekat dua, tidak jauh dari lokasi truk yang sebelumnya ditemukan tertimbun material longsor pada malam hari.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Untuk penemuan tadi, kita menemukan satu jenazah laki-laki dalam kondisi meninggal dunia. Lokasinya di sekat dua, tidak jauh dari truk yang ditemukan tadi malam,” kata Desiana kepada wartawan di lokasi pencarian dikutip bekasiguide.com, Senin 09 Maret 2026.

Menurut Desiana, jenazah korban ditemukan sekitar lima meter dari posisi truk yang sebelumnya ditemukan tertimbun material longsor. Berdasarkan proses evakuasi menggunakan alat berat, korban diduga tertimbun material sampah hingga kedalaman sekitar 10 meter.

“Kalau dari jarak dengan truk tidak jauh, sekitar lima meter. Untuk kedalamannya sekitar 10 meter saat proses pengangkatan menggunakan ekskavator,” ujarnya.

Meski demikian, identitas korban belum dapat dipastikan. Jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian.

“Untuk identitas nanti akan disampaikan oleh pihak Kepolisian setelah proses identifikasi,” jelasnya.

Desiana menambahkan, sebelumnya tim SAR mencatat terdapat lima orang yang masih dinyatakan hilang akibat longsor tersebut. Dengan ditemukannya satu korban, kini masih ada empat orang yang masih dalam proses pencarian.

“Sebelumnya ada lima yang kita cari, sekarang sudah ditemukan satu. Jadi masih ada empat korban lagi yang masih kita lakukan pencarian,” katanya.

Proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan menggunakan alat berat secara bergantian. Operasi pencarian dilakukan secara shift guna mempercepat proses evakuasi di lokasi longsor.

Diketahui, longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang terjadi pada Minggu (8/3/2026) sore. Peristiwa tersebut mengakibatkan 13 orang menjadi korban, dengan rincian lima orang meninggal dunia, empat selamat, dan empat lainnya masih dalam pencarian.

Example 120x600
Peristiwa

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas mengamankan dua orang pria beserta barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika jenis sabu,” kata Aliyani dikutip Bekasiguide.com, Jumat 23 Oktober 2026. 

Peristiwa

“Kami telah meminta keterangan para pihak dan menelusuri informasi yang diperoleh. Setiap fakta kami periksa secara objektif, termasuk pengakuan yang bersangkutan mengenai bagaimana kucing itu terlepas, sehingga penanganannya didasarkan pada keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Verdika dikutip Bekasiguide.com, Sabtu 17 Oktober 2026.

Peristiwa

“Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membagi personel menjadi tiga SRU. SRU pertama menggunakan perahu karet dan SRU kedua menggunakan perahu rafting, masing-masing melakukan penyisiran sejauh 200 meter dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU ketiga melakukan pencarian secara visual melalui jalur darat dengan area penyisiran hingga satu kilometer dari titik lokasi kejadian,” ujar Bobby dikutip Bekasiguide.com, Jumat 16 Oktober 2026.

Peristiwa

“Dalam kejadian tersebut, AZ diduga menodongkan pistol jenis airgun kepada korban sambil berkata, “Serahin handphonenya.”pelaku kemudian melepaskan satu kali tembakan ke arah atas sebelum meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Korban sempat mengejar para pelaku sambil berteriak meminta pertolongan,” jelas Kapolres dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.

Peristiwa

“PUSPAGA Kota Bekasi memiliki komitmen yang kuat dalam perlindungan korban dan saksi. Kami sebenarnya sudah menyiapkan skema pencegahan dini, baik terkait kebutuhan psikologis maupun perlindungan hukum,” kata Resa dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.